Pengolah Kopi Ini Mengaku Terpaksa Konsumsi Ganja Karena Insomnia 

MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Tim Opsnal Resnarkoba Polres Badung membekuk dua pengedar dan satu pemakai narkoba yang beroperasi di wilayah Badung.

Ketiganya yakni, Is Dhani Yusuf (38) tukang ojek online, Agus Edi Santika (27) salah seorang anggota ormas di Bali dan Eri Satria Purnama (25) pelatih pembuat kopi (Barista). 

Yang menarik dari penangkapan ini adalah tersangka Eri Satria Purnama. Menurut Kapolres Badung AKBP Yudith Satrya Hananta, tersangka Eri Satria ditangkap di Jalan Tukad Yeh Aya, Panjer, Denpasar, Minggu (27/1/2019) sekira pukul 13.30 Wita. Ia diringkus Tim Opsnal Satrenarkoba Polres Badung usai mengambil paketan di tempat jasa pengiriman barang di TKP. 

“Kami mengamankan barang bukti ganja kering seberat 40,34 gram yang baru saja diambil dari tempat pengiriman barang,” ujar AKBP Yudith didampingi Kasatnarkoba AKP Djoko Hariadi. 

Tersangka Eri Satria yang diinterogasi polisi mengaku bekerja sebagai pelatih pembuat kopi yang berkantor di kawasan Canggu dan Tukad Yeh Aya, Panjer, Denpasar Selatan. Dia mengaku terpaksa mengkonsumsi ganja kering karena tidak bisa tidur malam alias insomnia. “Setiap hari bekerja dia mencicipi kopi olahan jadinya kalau malam tidak bisa tidur sehingga coba-coba ganja dan ketagihan,” terangnya. 

Karena sudah ketagihan, tersangka Eri Satria kemudian memesan ganja kepada temannya di Padang Sumatera Barat dengan harga Rp 1 juta. Menurutnya, pengiriman paketan ganja itu sudah ke lima kalinya, dan dikirim melalui jasa paketan kilat di Panjer Denpasar. “Sebulan sekali dia pesan ganja dari Padang dengan harga Rp 1 juta. Ini pengiriman ke 5 kalinya,” ujarnya. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top