Penglipuran Jadi Ikon Pariwisata Regeneratif, Menpar Widiyanti Putri Wardhani Sampaikan Kekaguman Mendalam

1000358374
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhani kunjungi Desa Penglipuran, Bangli.

BANGLI-fajarbali.com | Desa Wisata Penglipuran kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan kelas dunia setelah menerima kunjungan istimewa dari Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhani. Kunjungan tersebut sontak menjadikan desa adat di Kabupaten Bangli ini kembali menjadi sorotan nasional. Menpar Widiyanti secara terbuka menyampaikan kekaguman mendalamnya terhadap tata ruang desa yang indah, harmonis, serta kearifan lokal yang telah berhasil dijaga secara turun-temurun hingga kini.

Salah satu agenda utama yang menarik perhatian Menpar adalah penjelajahan di Hutan Bambu Penglipuran, sebuah kawasan hijau yang kini bertransformasi menjadi daya tarik wisata berbasis alam yang populer. Beliau menilai bahwa pengelolaan hutan ini bukan sekadar pemanfaatan sumber daya alam, melainkan cerminan nyata dari kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ini sekaligus memperkaya pengalaman wisata yang ditawarkan, menunjukkan bahwa alam dan pariwisata dapat berjalan seiring.

Tak hanya mengagumi keindahan alam, Menpar Widiyanti Putri Wardhani juga menyempatkan diri berkunjung ke Pasar Pelipura, pusat denyut aktivitas ekonomi kreatif masyarakat setempat. Sambutan hangat dan antusiasme warga yang ramah menjadi catatan positif bagi Menpar. Keragaman produk kerajinan dan kuliner khas desa yang dipamerkan di pasar tersebut menambah kesan hangat, membuktikan bahwa pariwisata Penglipuran juga memacu pertumbuhan ekonomi lokal.

Lebih dari sekadar kunjungan formal, Menpar Widiyanti menunjukkan dukungan penuh pemerintah dengan berpartisipasi aktif dalam workshop budaya. Menpar terlihat antusias mengikuti proses pembuatan canang sari dan gebogan (persembahan khas Bali), hingga mencoba melukis di media bambu. Partisipasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam upaya pelestarian seni, tradisi, dan budaya lokal yang menjadi fondasi utama pariwisata Bali.

Melengkapi pengalaman budaya dan alamnya, Menpar juga menikmati kuliner khas Penglipuran. Dua hidangan yang dicicipi adalah Loloh Cemcem, minuman herbal tradisional yang dikenal menyegarkan, dan Kelopon Ketela Ungu, jajanan manis autentik desa. Menurut Menpar Widiyanti, kuliner lokal adalah bagian penting yang mampu menghadirkan keunikan tersendiri, sekaligus memperkaya dimensi pengalaman wisata bagi setiap pengunjung.

BACA JUGA:  Jaga Keharmonisan Alam, Desa Swan Villas & Spa Berkomitmen Menerapkan Tri Hita Karana guna Mewujudkan Masa Depan yang Keberlanjutan

Mengakhiri kunjungannya, Menpar Widiyanti menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat Desa Penglipuran atas komitmen luar biasa mereka. Beliau secara tegas menyatakan bahwa Penglipuran adalah contoh nyata destinasi pariwisata berkelanjutan yang kini telah berkembang menuju pariwisata regeneratif. Pendekatan regeneratif ini tidak hanya fokus pada upaya menjaga, tetapi juga memperbaiki, dan menghidupkan kembali alam serta budaya lokal.

Wayan Sumiarsa selaku Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, menyambut baik dan menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah. "Kunjungan Menpar Widiyanti Putri Wardhani adalah semangat baru bagi kami. Kehadiran beliau membuktikan bahwa apa yang kami jaga di desa ini, baik dari segi kebersihan, kelestarian budaya, dan kearifan lokal, dapat menjadi inspirasi bagi bangsa," ujarnya penuh bangga.

Dengan segala apresiasi dan perhatian yang diberikan pemerintah pusat, Desa Wisata Penglipuran semakin meneguhkan posisinya sebagai ikon pariwisata budaya dan alam di Bali yang telah mendunia. Desa ini kini sah menjadi pelopor pariwisata regeneratif di Indonesia, menawarkan model pariwisata yang tidak hanya melestarikan, tetapi juga memulihkan lingkungan dan budaya demi masa depan yang lebih baik. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top