Pelaku Aniaya Perempuan Asal Amerika di Pantai Pandawa Ternyata Peselancar Dunia

Sampaikan Permintaan Maaf dan Mengaku Menyesal Atas Tindakannya

(Last Updated On: )

DIDUGA PELAKU-Pelaku diduga JPAF  dunia aniaya bule Amerika Serikat saat berselancar di Pantai Pandawa Kuta Selatan. 

 

KUTA SELATAN -fajarbali.com |Polisi masih melakukan penyelidikan guna memburu pelaku penganiayaan terhadap SLT (33), perempuan asal Amerika Serikat yang dianiaya seorang bule saat berselancar di Pantai Pandawa, Pecatu, Kuta Selatan, pada Bulan April 2023. 
 
Terungkap, pelaku penganiayaan itu berinisial JPAF asal Brazil yang merupakan peselancar dunia. Hingga berita ini viral di media sosial pelaku JPAF mendapat kecaman dari paea peselancar dunia. 
 
Diketahui, kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke SPKT Polresta Denpasar pada 17 April 2023. Satuan Reskrim Polresta Denpasar tengah mengejar pelakunya. 
 
Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Losa Lusiano Araujo yang dikonfirmasi awak media mengaku pihaknya tengah mengejar pelaku. “Kami sedang mencari alamat pelaku tinggal agar bisa kami proses,” katanya pada Senin 22 Mei 2023. 
 
Diinformasikan, pelaku JPAF telah tinggal di Bali bersama istri dan anaknya. Dia merupakan peselancar bintang di Brasil karena sempat memenangkan kompetisi Nasional Esoirito santo pada berbagai divisi. 
 
Hanya saja akibat insiden ini, JPAF diputus kontrak oleh sponsornya Quebra Onda Brasil. Pemutusan kontrak ini disampaikan melalui postingan di akun media sosial, sponsor tersebut.
 
“Quebra Onda telah mempelajari fakta-fakta yang disesalkan terjadi, kami menegaskan bahwa kami menolak segala bentuk kekerasan, terutama terhadap perempuan. Karena perilaku seperti ini tidak dapat diterima, kami menginformasikan bahwa kami mengambil keputusan untuk mengakhiri kemitraan kami dengan atlet JPAF,” tulis akun Quebra Onda. 
 
Sementara korban SLT dalam unggahan di akun media sosialnya mengaku bersinggungan dengan rekan dari pelaku yang juga asal Brasil belakangan diketahui berinisal AP saat berselancar di gelombang pertamanya. Tetapi, justru JPAF yang emosi menghampirinya dan memukul kepala belakangnya. 
 
Ketika dikonfrontasi mengenai pemukulan tersebut, kekerasan yang dialami korban malah berlanjut di parkiran. Teman dari SLT seorang wanita warga Inggris berinisial CM, turut menjadi sasaran kekerasan karena memvideokan aksi brutal peselancar Negeri Samba itu.
 
Alhasil tindakan JPAF mendapat kecaman dari peselancar dunia seperti Kelly Slater yang merupakan juara 11 kali World Surf League, hingga peselancar pro Australia Felicity Palmateer. “Get this guy (JPAF), sent home where he belongs (dapatkan orang ini, kirim pulang ke tempat asalnya),” ujar Kelly mengomentari postingan terkait kasus ini.
 
Belakangan, sebuah video beredar di YouTube berisi JPAF buka suara soal perkara ini. Dia pun menyampaikan permintaan maaf dan mengaku menyesal atas tindakannya. Namun ia mengklaim juga sebagai korban. Video terkait pemukulan yang diposting secara online disebutnya tidak menunjukkan keseluruhan cerita. “Publikasi video tersebut menempatkan saya dalam posisi berbahaya,” ucap JPAF. 
 
Dia berdalih yang sebenarnya terjadi adalah awalnya melihat seorang peselancar mendorong temannya. Sehingga menghampiri orang itu untuk bertanya mengapa melakukan hal seperti itu. Tetapi dia dipukul lebih dulu, sehingga membalas. Setelah memukul, pelaku baru menyadari kalau korban adalah seorang wanita.
 
“Ketika saya menyadari dia (yang dipukul) adalah seorang wanit, kemudian saya keluar dari laut untuk meminta maaf,” tambahnya. Tapi, JPAF mengaku korban dan rekannya membawa papan surfingnya ke dalam mobil. Sehingga dia merebutnya dan mendapat serangan hingga pelaku menyerang balik. R-005 

Next Post

Terbaru, Imigrasi Bali Deportasi 118 WNA dari 34 Negara

Sel Mei 23 , 2023
Gelar Rapat Tim PORA untuk Mencegah Pelanggaran Warga Negara Asing
IMG_20230523_002940

Berita Lainnya