Pariwisata Badung Semakin Lesu, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Harapkan Tak Ada PHK 

Desakan kalangan pekerja pariwisata agar tidak terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) jika kondisi pariwisata di Bali terus mengalami kelesuan akibat dampak erupsi Gunung Agung, belum mendapat solusi pasti dari pemerintah.

MANGUPURA-fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Badung belum  bisa memberikan jaminan agar seluruh karyawan hotel yang dirumahkan sementara ini kemungkinan tidak di PHK. 

Kadis Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Badung, Ida Bagus Oka Dirga, Senin (11/12/2017) mengatakan, pihaknya hanya memberikan imbaun agar pengusaha dan pekerja tidak saling ngotot untuk memenuhi keinginan satu sama lainnya. Pihaknya pun mengaku, berusaha untuk melakukan mediasi bersama untuk mencarikan solusi terbaik dan berharap tidak ada PHK karyawan. “Dalam masalah ini kedua belah pihak antara karyawan dan pengusaha tidak terlalu saklek harus mematuhi undang-undang sehingga nantinya menjadi benturan,” ujarnya. 

Ia juga mengatakan, dari peristiwa erupsi Gunung Agung ini, pihaknya mengakui  cukup banyak sektor yang terdampak termasuk menuai persoalan baru yakni masalah ketenaga kerjaan terutama di Kabupaten Badung yang bergantung terhadap pariwisata.

Sementara Ketua Perhimpunan Hot dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, IGN Rai Suryawijaya yang dihubungi terpisah mengatakan, kondisi bencana saat ini tidak bisa diprediksi. Banyak dampak yang terjadi disektor pariwisata sehingga menurunkan tingkat hunian wisatawan turun drastis. “Memang dari dampak penurunan tingkat hunian wisatawan ini kami melakukan efisiensi juga seperti mengurangi tenaga harian, memberikan cuti karyawan hingga mematikan lampu dan pendingin ruangan saat minim tamu menginap,” ungkapnya. 

Dirinya menerangkan, jika hal ini berlangsung  lama hingga satu tahun, mau tidak mau pengusaha pasti akan melakukan PHK. “Bagiamana kita bisa membayar tenaga kerja wisatawan tak ada yang menginap. Namun kami tetap tidak mau menyerah, kami akan terus berupaya agar pariwisata kita bisa bangkit lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut  Rai Suryawija yang juga Ketua BPPD Badung ini  mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan para jasa penerbangan dan sejumlah pemangku kepentingan pariwisata di Bali untuk menyatukan persepsi dalam mempromosikan Bali masih aman untuk dikunjungi. “Kami juga memohon kepada sejumlah negara tidak mengeluarkan travel warning ke Bali sehingga warga negaranya bisa datang ke Bali. Selain itu, kita juga harus mengadakan promosi big deal yaitu semua komponen ikut berperan aktif mempromosikan pariwisata Bali dan memberikan sejumlah potongan harga kamar agar mereka datang ke Bali,” paparnya.

Media katanya juga sangat memiliki peran untuk menjaga kondusifitas pariwisata. “ Kami juga akan mengundang media-media asing serta agen perjalanan asing untuk datang ke Bali ini, agar mereka tahu kondisi sebenarnya bahwa Bali, tidak seluas Gunung Agung,” ungkapnya.(put)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dharma-Kerta Sudah Tidak Bisa Diutak-Atik Lagi

Sen Des 11 , 2017
DENPASAR-fajarbali.com | Sepertinya Pasangan Ida Bagus Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta) tak bisa diutak-utak lagi. Walaupun, saat ini digelar survei sebagai acuan dalam mengusung, namun sebagian dari partai yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB) menginginkan pasangan tersebut. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali Nyoman Suyasa mengatakan, Pasangan Dharma-Kerta sudah tak bisa […]