Ogoh-Ogoh Harus Berbahan Ramah Lingkungan  

NEGARA- fajarbali.com | Hasil karya Ogoh-Ogoh dari masing-masing sekeha teruna di Jembrana dinilai oleh tim penilaian di setiap kecamatan, Senin (5/3/2018) . Penilain terhadap sejumlah Ogoh-Ogoh yang dilombakan di masing-masing kecamatan, juga disaksikan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Kegiatan lomba ogoh-ogoh tersebut merupakan kegiatan dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1940.  



Ketua Tim Penilai I Putu Sutardi menyampaikan pelaksanaan lomba ogoh-ogoh berbeda dengan tahun sebelumnya. Bila tahun sebelumnya, panitia masih mentolerir dengan menggunakan bahan di bagian-bagian tertentu. Namun untuk sekarang ini ,  harus menggunakan bahan yang ramah lingkungan.  Penggunaan stereofoam atau  bahan sejenis juga dilarang. Selain itu ogoh-ogoh yang dibuat mesti perlambang bhutakala dengan tema-tema kreatif menyimbolkan unsur negatif. “ Kita ingin ogoh-ogoh yang dibuat mengekspresikan nilai-nilai religius berdasarkan sastra agama. Karena ogoh-ogoh itu akan diparadekan saat upacara tawu kesanga , sebagi ritual peleburan dasamala,” ujar Sutardi yang juga Kabid Kebudayaan Pemkab Jembrana disela-sela penilaian di Kecamatan Negara. 
Berkaitan temanya, harus sesuai dengan yang ditentukan oleh panitia. Jika tidak sesuai , maka akan didiskualifikasi. Selanjutnya, panitia akan mencari tiga terbaik dari masing-masing kecamatan. Artinya, bagi yang lolos di tingkat kecamatan , maka akan melaju ke tingkat kabupaten dalam bentuk Pawai Ogoh-Ogoh yang bertepatan dengan upacara Tawur Kesanga. 



Wakil Bupati Jembrana,  I Made Kembang Hartawan mengatakan melalui lomba ogoh-ogoh ini tiap sekehe teruna mampu menunjukkan kreatifitasnya membuat ogoh-ogoh sekaligus mempererat jalinan komunikasi serta persatuan diantara anggota. “ Bahan ramah lingkungan seperti anyaman bambu tentu tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding stereofoam. Selain tidak mencemari lingkungan, tentu kita ingin lihat kreativitas serta gotong royong mereka bersama,” ungkap Kembang. 
Lomba ogoh-ogoh tahun ini, dikuti sebanyak 74 sekehe teruna se-Jembrana. Dalam sosialisasi sebelumnya, Pemkab Jembrana telah memberikan uang pembuatan kepada masing-masing sekehe teruna sebesar Rp 850,000 dipotong pajak. Sedangkan bagi yang lolos tampil ditingkat kabupaten kembali akan diberi bantuan berupa jasa pementasan sebesar Rp 4.000.000. Penampil ogoh-ogoh terbaik juga berhak atas uang hadiah sebesar Rp 6 juta. W-003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Desa Mayong Wakili Kecamatan Seririt, Sutjidra Apresiasi Pemberdayaan Masyarakat

Sen Mar 5 , 2018
SINGARAJA – fajarbali.com | Desa Mayong ditunjuk sebagai wakil Kecamatan Seririt pada Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Buleleng tahun 2018. Desa Mayong merupakan desa ketiga yang dinilai setelah Desa Madenan, Kecamatan Tejakula dan Desa Tista, Kecamatan Busungbiu.