Muncul Dharma-Arta di Internal KRB

Dinamika internal Koalisi Rakyat Bali (KRB) semakin panas. Pasalnya, di saat masih otak-atik posisi antara Ketut Sudikerta dengan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, muncul Paket baru. Paket tersebut yakni Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Made Mudarta (Dharma-Arta). 

 

DENPASAR-fajarbali.com | Ketua DPD I Partai Demokrat Bali Made Mudarta saat dikonfirmasi tak menampik terkait munculnya Paket tersebut. Menurutnya, kemunculan Paket Dharma-Arta berdasarkan aspirasi dari para relawannya. “Aspirasi dan kreatifitas dari para relawan,” akunya, Kamis (16/11/2017).

Bahkan, Partai Demokrat telah membawa usulan tersebut ke KRB untuk dilakukan pembahasan. Apabila nantinya diputuskan Pasangan Dharma-Arta untuk diusung, sebagai kader, dirinya mengaku siap. “Jika itu diputuskan oleh KRB, jawabannya cuma satu kata. Yaitu siap,” tegasnya.

Mudarta juga mengklaim, jika Pasangan tersebut optimis akan diakomodir oleh KRB. Mengingat, hal itu sebatas usulan. Tetapi, jika nantinya tak menjadi pasangan yang diusung oleh KRB, dirinya tetap legowo dan siap mendukung. “Akan difinishing oleh KRB. Kalau saya mengalir saja. Nantinya, akan diperjuangkan dalam forum rapat KRB, ” tandasnya.

Saat ditanya apakah PD akan menarik dukungan dari KRB apabila usulan tak diakomodir. Politisi asal Jembrana ini mengaku akan tetap bersama KRB. Terlepas, siapa yang akan diusung pada Pilgub Bali 2018 mendatang. “KRB tetap kompak untuk melahirkan satu Paslon,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang beberapa waktu lalu terbentuk harus rontok. Pasalnya, koalisi yang sebelumnya terdiri dari 9 partai politik yakni Partai Golkar, Gerindra, NasDem, PKPI, Partai Demokrat, Perindro, Hanura, PKS, PAN mulai tidak kompak. Pasalnya, PAN sudah menyatakan dukungan dan bergabung mendukung calon yang diusung oleh PDIP.

 Keluarnya PAN Bali dari KRB dan mendukung Pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) didasarkan oleh komitmen PAN yang  calonnya sejalan dengan PDIP. Bahkan, Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan dan Sekjen DPP PAN, Eddy Soeparno di Jakarta pada Selasa (14/11) yang lalu telah mengeluarkan surat rekomendasi calon.

Mengetahui itu, sejumlah partai yang tergabung dalam KRB kaget. Contohnya saja NasDem. Menurut Ketua DPW Partai NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa tak menyangka jika PAN akan berbalik arah. Padahal, PAN sepakat untuk membentuk koalisi besar di Pilgub Bali 2018. “Jadi saat itu sempat bertemu saat rapat bersama kita semua sepakat membentuk koalisi besar,” ujarnya, Rabu (15/11) kemarin.

Gunastawa berharap, mundurnya PAN dari KRB diharapkan tak mempengaruhi keberlangsungan KRB yang ingin membentuk koalisi besar pada Pilgub Bali 2018 mendatang. Mengingat, KRB terbentuk atas dasar kesamaan platform dalam membangun Bali ke depan. “Kita sepakat dengan koalisi ini. Jangan sampai layu sebelum berkembang,” harapnya. (her)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Oknum Dewan Badung jadi Tersangka Lagi

Kam Nov 16 , 2017
Oknum anggota DPRD Badung I Made Wijaya alias Yonda kembali meradang. Setelah terlibat kasus reklamasi liar di pesisir barat Tanjung Benoa beberapa waktu lalu, Yonda kembali menjadi tersangka utama kasus pungli terhadap pengusaha watersport di Tanjung Benoa, Badung.  Save as PDF

Berita Lainnya