Merangkul Keragaman, Minikino Film Week 11 Hadirkan 254 Film dari 59 Negara

2025-09-02 at 20.17.20_fb42bead
Press conference Minikino Film Week (MFW) ke-11.

DENPASAR-fajarbali.com | Bali kembali menjadi tuan rumah bagi Minikino Film Week (MFW), festival film pendek internasional yang memasuki edisi ke-11. Berlangsung dari 12–19 September 2025, festival ini akan hadir di berbagai lokasi di seluruh Bali, dengan pusat kegiatan di Dharma Negara Alaya dan MASH Denpasar. Selama lebih dari satu dekade, MFW telah menjelma menjadi ruang vital bagi sineas, penonton, dan profesional industri dari berbagai penjuru dunia untuk bertemu, bertukar ide, dan menjalin kolaborasi.

Dalam suasana global yang penuh gejolak, Edo Wulia selaku Direktur Festival, menegaskan peran krusial film pendek sebagai jembatan budaya. "Di tengah kesakitan dan keresahan yang terjadi di berbagai belahan dunia, film pendek memiliki kekuatan untuk menjembatani jarak antar bahasa, budaya, dan manusia. Pernyataan ini menjadi landasan semangat MFW11 untuk menghadirkan narasi-narasi lintas budaya yang membuka perspektif baru dan memperkuat hubungan kemanusiaan," ujarnya saat press conference, Selasa (2/9) sore.

Salah satu hal yang paling menonjol pada perhelatan tahun ini adalah fokusnya pada audiens. Ilustrator Beng Rahadian merancang visual utama festival yang menampilkan 11 karakter penonton. Visual ini menekankan pesan kuat: "Dalam setiap festival, sebenarnya bintangnya adalah penonton". Pendekatan ini secara gamblang menunjukkan bahwa tanpa kehadiran dan partisipasi penonton, panggung bagi para pembuat film tidak akan berarti apa-apa.

Edo Wulia menyebutkan bahwa, skala MFW11 juga semakin meluas, menghadirkan 254 film pendek dari 59 negara yang terbagi dalam 34 program. Sepanjang festival, akan ada 196 kegiatan, termasuk pemutaran publik, diskusi, market, dan aktivitas edukasi. “Angka-angka ini membuktikan posisi MFW11 sebagai salah satu festival film pendek paling dinamis dan memiliki jangkauan yang terus berkembang di kawasan Asia Tenggara. MFW11 tidak hanya sekadar festival pemutaran film, melainkan sebuah ekosistem yang berkelanjutan,” jelasnya

BACA JUGA:  SHAE Kembali, Luncurkan Single "Love With You"

Direktur Program, Fransiska Prihadi menambahkan bahwa kurasi film tahun ini bertujuan mengajak penonton untuk melihat dunia dari berbagai sudut pandang. "Setiap film pendek adalah undangan untuk berhenti sejenak, mendengar, dan membuka diri pada pengalaman hidup yang seringkali personal dari para pembuat film. Inilah yang membuat festival ini menjadi ruang hidup untuk pertukaran gagasan dan perspektif,” ungkapnya di hadapan awak media.

Dukungan terhadap ekosistem film pendek juga terlihat melalui beragam program unggulan. Short Film Market yang kini memasuki edisi ketujuh, menjadi ruang penting bagi para profesional untuk berjejaring dan menemukan peluang kerja sama. Di sisi lain, MFW11 juga memperkuat jaringannya melalui kolaborasi internasional seperti Bali-Glasgow Filmmaker & Programme Exchange dan program inkubasi Shorts Up 2025 yang didukung oleh Purin Film Fund (Thailand). Upaya ini memastikan MFW11 terus menjadi wadah untuk talenta baru.

Selain itu, festival ini juga berkomitmen pada inklusivitas dan edukasi. Melalui program Sinema Inklusif, MFW11 menyediakan Audio Description untuk penonton dengan hambatan visual dan Subtitles for the Deaf and Hard of Hearing (SDH). Ada pula divisi MFW Education yang dirancang untuk anak-anak, remaja, dan komunitas, bertujuan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan empati melalui film. Kolaborasi dengan komunitas lokal di seluruh Bali melalui Community Screening juga membuka akses lebih luas bagi khalayak baru, menegaskan MFW11 sebagai festival yang merangkul semua lapisan masyarakat. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top