MDA Karangasem,Bakal Bagikan 53 Ribu Masker Ke Desa Adat

(Last Updated On: )

AMLAPURA – fajarbali.com | Sebanyak 53.300 masker siap didistribusikan ke masing-masing desa adat yang ada di Karangasem. Masker-masker tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pemajuan Desa Adat (DPMA) Provinsi Bali. Pembagian masker itu, nantinya akan diberikan secara proposional mengingat jumlah warga desa adat tidak merata.

 

Kabid Perekonomian Masyarakat Adat, DPMA Provinsi Bali, Ni Luh Putu Seni Artini,Kamis (16/4/2020), mengatakan, masker yang diberikan kepada desa adat sesuai dengan jumlah desa adat yakni 190 desa adat. Penyerahan ke desa adat, akan dilakukan oleh MDA Karangasem. “Penyerahan akan dilakukan oleh MDA ke masing-masing desa adat,” ujarnya

Dikatakanya, setiap desa adat akan diberikan sebanyak 280 pcs. Akan tetapi, pihaknya menyerahkan teknis pembagian kepada MDA Karangasem. Karena yang lebih mengetahui desa adat di Karangasem adalah MDA Karangasem. Yang paling penting, kata Putu Seni Artini, masker diberikan dan diutamakan kepada orng yang masuk  Orang Dalam Pengawasan (ODP), para orang tua (penglingsir) dan orang-oranf yang berumur diatas 50 tahun. “Karena merekalah sangat rentan tertular, untuk teknisnya kami persilahkan MDA mengatur,” ujarnya lagi. 

Sementara itu, Bendesa Majelis Desa Adat Karangasem, I Wayan Artha Dipa mengatakan, masker tersebut tentunya tidak akan dibagikan secara merata. Mengingat, desa adat satu dengan lainya jumlah warganya tidak merata. Dikatakan, ada desa adat yang hanya memiliki 17 KK, tentu saja tidak bisa sama dengan desa adat yang memiliki 30 banjar adat. “Kami petakan dulu, kalau merata rasanya tidak adil, karena ada satu desa adat jumlahnya KK nya puluhan ribu, ada juga yang hanya puluhan KK saja, sehingga pembagiannya nanti secara proposional,” ujarnya. 

Artha Dipa yang juga wakil bupati Karangasem ini mengatakan, pembagian masker akan dibagikan secepat mungkin. Pembagianya pun, pihaknya meminta kepada desa Adat agar melibatkan Perbekel, satgas dan relawan yang ada di desa. Hal ini, untuk menghindari terjadi pengkotak-kotakan. “Sinergi dengan desa dinas, satgas dan relawan, jangan sampai ada pengkotakan,” pinta Artha Dipa. 

Selain itu, Artha Dipa juga berpesan agar para bendesa adat untuk menjadi contoh di masyarakat dengan menaati peraturan pemerintah. Pihaknya juga menekankan, bendesa jangan ikut menyebarkan berita-berita yang belum ada kejelasanya terkait Covid-19 ini. “Jadilah contoh di masyarakat, ikuti peraturan pemerintah,” pungkasnya. (bud).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DPD Partai Golkar Kabupaten Gianyar Lakukan Aksi Nyata Bagikan APD

Kam Apr 16 , 2020
(Last Updated On: ) GIANYAR – fajarbali.com | Ketua DPD II Golkar Gianyar, Dr. Ir. Made Dauh Wijana, MM., mendorong Fraksi Partai Golkar Kabupaten Gianyar untuk bersikap cepat menghadapi peningkatan kasus Covid-19. Selain mendukung penuh langkah yang telah dilakukan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten pihaknya juga mendorong agar pemerintah segera […]

Berita Lainnya