Masyarakat Diimbau Tidak Berlebihan Pakai Masker

DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Pascamerebaknya virus Corona, ketersediaan masker kian langka. Kalau pun ada, harganya menggila. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM meminta masyarakat jangan terlalu khawatir berlebihan menyikapi wabah virus COVID-19 yang terjadi di China dan sejumlah negara lain, sehingga menyebabkan masyarakat di Pulau Dewata sampai pergi kemana saja mengenakan masker.

 

 

"Terlalu berlebihan kalau orang yang sehat tetapi pakai masker kemana-mana. Fungsi masker yang utama itu untuk melindungi diri dari infeksi kuman," kata Suarjaya saat di konfirmasi, Selasa (3/3/2020).

 

Suarjaya juga banyak mendapat laporan adanya kelangkaan masker atau stok masker yang habis di sejumlah apotek di Kota Denpasar karena diburu masyarakat.

 

Sementara itu, Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumem Bali, I Putu Armaya, memandang fenomena ini terbilang janggal, bahkan ia menduga ada pihak yang sengaja menahan peredaran masker. Kata dia, meroketnya harga masker dikeluhkan konsumen di Bali. “Banyak konsumen yang mengadukan hilangnya masker di pasaran dan kalau ada harganya melambung tinggi,” ujarnya.

 

Kata dia, sebelum isu virus Corona menyebar, harga masker berkisar Rp25 ribu per kotak. “Sekarang bisa mencapai Rp250 ribu, bahkan sampai Rp300 ribu per kotak. Jika dibiarkan, ini merugikan konsumen,” sambungnya. Karena itu, ia memandang oknum penjual masker dengan harga tinggi sebaiknya ditindak tegas.

 

Kata dia, sesuai perspektif UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, di pasal 4 UUPK, konsumem memiliki hak atas informasi yang baik, benar dan jujur, dan tidak boleh mengelabui masalah harga. “Sanksi bagi pelaku usaha nakal dan curang adalah pidana penjara lima tahun,” bebernya.

 

Kepada pemerintah, Armaya berharap agar menggerakkan instansi terkait untuk melakukan sidak kepada penjual masker. Menurutnya, pemerintah jangan hanya berkutat melakukan pengawasan produk makanan semata, namun juga melakukan pengawasan terhadap produk lain, seperti masker mulut yang kini sedang dibutuhkan masyarakat. “Apalagi sampai produknya hilang dari pasaran, dan walaupun ada harganya pasti meroket, dan ini sangat merugikan konsumen,” tandasnya. (dar).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top