Mahasiswa Arsitektur Unwar Respons Masalah Sosial, Sodorkan Solusi Lewat Pameran Karya Akhir

Karya-karya mahasiswa tersebut ada yang merencanakan fasilitas terkait pertanian, budaya, hingga fasilitas bagi kelompok masyarakat difabel, marginal, hingga yang tidak tersentuh manisnya “kue” pariwisata.

 Save as PDF
(Last Updated On: )
(ki-ka) I Nyoman Gede Maha Putra, S.T, M.Sc, PhD., dan Dr. Ir. I Nengah Sinarta, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., di sela pameran 12 karya perencanaan mahasiswa.

DENPASAR-fajarbali.com | Banyak yang beranggapan bahwa ilmu arsitektur hanya identik dengan urusan gambar-menggambar. Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa (Unwar) berusaha mematahkan “mindset” itu dengan inovasi pameran.

Pameran memampang sebanyak 12 tugas akhir mahasiswa di bidang perencanaan, di kampus setempat, Kamis (18/4). Pameran ini juga merupakan wujud respons mereka atas berbagai persoalan di masyarakat.

Ditemui di sela pameran, Ketua Prodi Arsitektur Unwar, I Nyoman Gede Maha Putra, S.T, M.Sc, PhD., menuturkan, 12 karya perencanaan yang dipamerkan adalah karya dari 12 orang dari 180 orang mahasiswa angkatan 2020.

Menurutnya, pameran yang digelar bukan sekadar inovasi pihaknya untuk menunjukkan kualitas lulusan dari Unwar. Namun, karya-karya tersebut juga mencitrakan tanggung jawab publik calon arsitek terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

 “Pameran ini bagian dari tanggung jawab publik kami. Melalui pameran ini publik bisa melihat bagaimana hasil pembelajaran di Unwar. Isu-isu yang mereka angkat dalam tugas akhir ini adalah isu-isu yang ada di Bali dan direspons melalui karya arsitektur,” katanya.

Karya-karya mahasiswa tersebut ada yang merencanakan fasilitas terkait pertanian, budaya, hingga fasilitas bagi kelompok masyarakat difabel, marginal, hingga yang tidak tersentuh manisnya “kue” pariwisata.

“Harapan kami bagaimana mahasiswa bisa peka, bukan hanya memikirkan soal kapital, tapi juga mencari solusi atas fenomena di masyarakat. Konten keseharian masyarakat dipikirkan secara arsitektural, sehingga arsitek tidak hanya dianggap menggambar, tapi juga menyelesaikan masalah sosial,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik dan Perencanaan (FTP) Unwar, Dr. Ir. I Nengah Sinarta, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mengatakan program tersebut sebagai program percepatan bagi mahasiswa.

Pihaknya memberi ruang mahasiswa yang ingin berkembang dengan inovasi-inovasi dan menyelesaikan tugas akhir secara cepat dan berkualitas. “Harusnya mereka wisuda pada periode September 2024 mendatang, tetapi mereka mampu lebih cepat dengan kualitas yang baik,” katanya.

Pihaknya kini telah memiliki fasilitas gedung yang menghadirkan banyak ruang publik. Ruang-ruang publik tersebut nantinya diharapkan dapat menstimulus kreativitas dan inovasi-inovasi dari mahasiswa dalam mengembangkan keilmuannya.

“Konsep kita adalah kuliah yang bukan hanya di ruangan. Nanti jika (di gedung) ini sudah lengkap akan banyak ruang-ruang untuk kuliah atau bimbingan yang menyenangkan. Kita buka image bahwa tidak harus lagi kuliah di dalam kelas, tetapi di luar kelas,” kata dia. (gde)

 Save as PDF

Next Post

Bupati Giri Prasta Serahkan SK Untuk 1.920 P3K dan 25 PNS Lulusan PKN STAN

Jum Apr 19 , 2024
Mengajak P3K ini bekerja bersama-sama sekuat tenaga untuk optimalkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Badung
Penyerahan SK P3K dan ASN (1)

Berita Lainnya