Lansia di Bali kini Dilayani Ambulance Khusus

GIANYAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Atas perjuangan Anggota DPR RI Dapil Bali, Nyoman Parta, akhirnya lansia di Bali mendapat layanan ambulance. Kendaraan layanan ini hibah dari BRI Cabang Gianyar. Ambulan ini akan dikelola oleh Yayasan Tungked Werda Bali. Untuk layanan, pihak Yayasan juga menyiagakan 10 sopir untuk keperluan antar jemput lansia sakit.

Ketua Yayasan Tungked Werda Bali, Ketut Putra Bhagawatra menyatakan di Bali ada ribuan lansia tersebar hampir di seluruh Kabupaten dan Kota. “Januari 2022, kami kunjungi 8 lansia kondisinya memprihatinkan. Kalau mereka sakit, kami antar mereka pakai Supra hitam,” kenang Ketut Putra Bhagawatra, disela serah terima ambulans dari BRI ke Yayasan, Sabtu (19/2/2022) 

 

Dibebernya, dengan ambulance tersebut para relawan mengaku sangat terbantu dengan kehadiran ambulans ini. “Kalau dulu kami biasa antar jemput lansia terlantar pakai kendaraan relawan. Ada motor, kadang naik mobil mewah relawan kami,” ujarnya sambil tersenyum. Putra mengaku, kondisi lansia terlantar, ada empat kategori. Pertama terlantar di rumah sendiri karena tanpa keluarga. Kedua, ditinggal keluarga karena kepentingan tertentu. Ketiga, dalam kondisi miskin sekali, kumuh. Keempat, tidak dapat pekerjaan. “Kami juga mendorong pemerintah desa menyisihkan dana desa untuk membantu kebutuhan lansia,” ungkapnya.

 

Anggota DPR RI, Nyoman Parta yang berjuang memperoleh ambulans bagi yayasan awalnya prihatin dengan kondisi lansia terlantar. “Yang terlantar ini ternyata banyak kebutuhan yang harusnya sampai di rumah sakit, tapi beberapa kendala, uang, transportasi, akhirnya tidak sampai ke rumah sakit,” ujar politikus PDIP asal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati itu.

 

Mengingat baru ada satu ambulance lansia di Bali, maka Parta berjanji akan melobi ke BUMN yang lain. “Agar bisa dibantu. Sekarang kami coba dulu satu (ambulans, red). Bagaimana operasional dan animo kami lihat nanti,” jelasnya. Untuk operasional, menggunakan donasi dari masyarakat.

BACA JUGA:  Proyek Terowongan, Akses Utama Areal Pasar Sukawati Dialihkan

Berdasarkan data yang diperoleh Parta pada 2018,di Bali terdapat sebanyak 13.400 yang terlantar dan diterlantarkan. Terlantar, kata dia, bisa dari sisi tidak memperoleh hak mereka sesuai Perda Lansia. “Misalnya, lansia semestinya dapat cek tensi, asupan gizi, ruang sosialisasi. Namun yang terurus hanya mereka yang di balai Banjar, yang ikut senam. Namun yang tidak ikut lebih banyak lagi. Mereka yang dapat vitamin, dapat pemeriksaan mata hanya bagi yang terorganisir,” ungkapnya.

 

Dinilai, lebih banyak lansia yang tidak ikut atau tidak terorganisir dengan berbagai kendala. “Yang ditelantarkan misalnya, karena jauh dari keluarga induk. Bahkan ada keluarga induk yang sampai tidak tahu lansia meninggal," tandasnya.sar

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top