Lampu Penerangan di Rest Area Klungkung-Gianyar Hilang, Bupati Suwirta Kesal, Segera Akan Pasang CCTV

(Last Updated On: 17/04/2022)

SEMARAPURA-fajarbali.com | Belum genap setahun ditata, namun ornamen berupa lampu penerangan di Rest Area Perbatasan Klungkung-Gianyar tepatnya di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan justru raib.


Selasa (18/5/2021), Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta langsung terjun melakukan pengecekan ke lokasi. Ternyata benar, sebuah lampu penerangan taman hilang dan kejadian itupun memicu kekesalan bupati.

“Kita sudah membuat rest area yang nyaman, dan asri, tetapi masih ada saja tangan jahil yang merusak sarana dan prasarana yang terdapat di rest area ini,” ujar Bupati Suwirta kecewa.

Baca Juga :
Ditinggal Latihan Menari, Dapur Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 65 Juta
Perluas Pemasaran Dupa Produksi Warga Batununggul

Mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang kembali, Bupati Suwirta meminta agar instansi terkait segera memasang CCTV di seluruh rest area yang ada di Kabupaten Klungkung.

“Sehingga lebih mudah untuk melakukan pengawasan sarana dan prasarana yang ada di kawasan rest area dari tangan-tangan jahil pengunjung yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Putra Wedana saat dikonfirmasi membenarkan hilangnya lampu penerangan tersebut. Ia juga turut mendampingi Bupati Suwirta saat melakukan pengecekan.

Katanya, di rest area tersebut ada 5 buah lampu penerangan yang diletakkan di bagian bawah, tepatnya di area taman. Nah, dari 5 lampu tersebut, ada satu buah yang hilang. Padahal lampu taman tersebut sudah dilindungi dengan besi pengaman, tetapi tetap saja bisa dibuka oleh pencuri yang belum teridentifikasi tersebut.

“Memang ada besi pengaman, tapi besinya yang dibuka dan lampunya diambil. Lampu yang hilang adalah lampu yang di depan patung yang membawa kendatang. Itu 35 watt dengan harga sekitar Rp500-600 ribu,” jelasnya.

Nah, sebagai tindak lanjut, Anak Agung Gede Putra Wedana segera akan berkoordinasi untuk memasang CCTV sesuai arahan bupati. Apalagi lokasi kejadian yang berada di daerah perbatasan, sehingga tidak bisa dipantau secara langsung oleh petugas selama sehari penuh.

Untuk itu, pihaknya akan membahas rencana tersebut dengan instansi terkait. Mengingat, sebelumnya Bupati Suwirta sempat menyerahkan kewenangan pengelolaan rest area kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP). Sehingga untuk memastikan penganggaran, akan dipastikan terlebih dahulu OPD yang memiliki kewenangan atas rest area tersebut.

“Terkait pemasangan CCTV ini masalah aset secara formal, kemarin bupati sudah serahkan ke DLHP, nanti akan diperjelas dulu terkait asetnya,” katanya. (dia)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tiga Kali Cabuli Anak di Bawah Umur, Oknum PNS di Klungkung Mengaku Khilaf dan Siap Dipecat

Kam Mei 20 , 2021
Dibaca: 17 (Last Updated On: 17/04/2022)SEMARAPURA-fajarbali.com | Penyesalan memang selalu datang terlambat, itulah yang kini dialami oleh oknum PNS, Sang Putu S (57) yang tega mencabuli anak di bawah umur DM (10) yang tak lain adalah putri kekasihnya.  Save as PDF

Berita Lainnya