Label Unggul di Ijazah, Bikin Lulusan ITEKES Bali Makin Percaya Diri Bersaing di Kancah Global

IMG-20250829-WA0001
Rektor Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali, memberikan ucapan selamat kepada salah satu lulusan terbaik pada Wisuda ke-59, bertempat di Convention Hall ITEKES, Kamis (28/8/2025).

DENPASAR-fajarbali.com | Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali, menggelar Wisuda ke-59, bertempat di Convention Hall ITEKES, Kamis (28/8/2025). Pada wisuda periode ini, ITEKES Bali melepas sebanyak 159 lulusan.

Mereka terdiri dari, Sarjana Keperawatan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) 29 orang, Sarjana Kebidanan (Reguler) 22 orang, Kebidanan (RPL) Genap 35 orang wisudawan, Kebidanan RPL Ganjil 45 orang, Sarjana Farmasi Klinis dan Komunitas 22 orang, Sarjana Teknologi Pangan 5 orang, dan Magister Keperawatan 1 orang.

Rektor ITEKES Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp.,M.Ng.,PhD., mengaku bangga karena Wisuda ke-59 ini menjadi tonggak sejarah bagi lulusannya, yang mana dalam ijazahnya tertera label Unggul. 

Akreditasi Unggul dalam ijazah ini didukung capaian Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang membanggakan. Untuk Sarjana Keperawatan RPL: 29 orang (100%) lulus dengan predikat Dengan Pujian atau Cum Laude.

Wisudawan Sarjana Kebidanan: Sarjana Kebidanan Reguler 15 orang (68,18 %) lulus dengan predikat Dengan Pujian, 7 orang (31,8%) lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Sarjana Kebidanan RPL Genap 30 orang (85,7 %) lulus dengan predikat Dengan Pujian, 5 orang (14,3%) lulus dengan predikat Sangat Memuaskan, Sarjana Kebidanan RPL Ganjil 40 orang (88,9 %) lulus dengan predikat Dengan Pujian, 5 orang (11,1%) lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Wisudawan Sarjana Farmasi Klinik dan Komunitas: 15 orang (68,2 %) lulus dengan predikat Dengan Pujian, 7 orang (31,8%) lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Wisudawan Sarjana Teknologi Pangan 2 orang (40%) lulus dengan predikat Dengan Pujian, 3 orang (60%) lulus dengan predikat Sangat Memuaskan 5 orang Wisudawan Magister Keperawatan 1 orang (100%) lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. 

Tiga orang wisudawan terbaik Sarjana Keperawatan RPL, yakni I Putu Amanda Risqy Mareza Putri (IPK 3,99 ), Ni Luh Ade Pariani (IPK 3.97), dan Ni Made Susiyantini (IPK 3,97 ). Tiga lulusan terbaik Sarjana Kebidanan Reguler, Ni Putu Taritha Maharani (IPK 3,97), Ni Luh Putu Sinta Wulandari (IPK 3,95) dan Rizka Amanda Mulyadi (3,90).

BACA JUGA:  Wabup Suiasa Hadiri Pelantikan Kepengurusan Baru Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kuta dan Ranting Mengwi Masa Bhakti 2021- 2024

Tiga orang wisudawan terbaik Sarjana Kebidanan RPL Genap, di antaranya Putu Yuni Wulandari (IPK 3,88 ), Ni Made Dewi Anggereni (IPK 3,88), Qhodriyah Ramadani (IPK 3,84). Tiga wisudawan terbaik Sarjana Kebidanan RPL Ganjil Ketut Ayu Dwi Cahyani (IPK 3,95), Ika Parlina Dewi (IPK 3,92), Suraya Cahyani (IPK 3,90 ). 

Tiga orang wisudawan terbaik Sarjana Farmasi Klinik dan Komunitas, I Putu Pina Dewi (IPK 3,94), Gusti Ayu Dyah Anjali (IPK 3,92 ), dan Ni Made Riska Yustianingsih (IPK 3,92). Dari Sarjana Teknologi Pangan, Ni Kadek Ayu Rina Anggraeni (IPK 3,99).

Menurut rektor, peringkat Unggul yang disandang ITEKES Bali berpengaruh signifikan terhadap peminatan calon mahasiswa baru, yang mana per hari ini sudah meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Hal ini didukung juga adanya prodi-prodi langka dengan biaya relatif terjangkau. 

"Setelah terakreditasi Unggul, kami lakukan evaluasi menyeluruh. Karena kami harus pertanggung jawabkan kepada masyarakat," jelasnya. 

Wisuda juga dijadikan momentum mengupas seluruh prestasi dan capaian Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai bentuk pertanggungjawaban Rektor ITEKES kepada orangtua mahasiswa. 

Putu Darma Suyasa menegaskan, pihaknya senantiasa melibatkan pihak eksternal, baik orangtua mahasiswa dan stakeholder untuk peningkatan kualitas. Sebab, output yang dihasilkan akan kembali kepada stakeholder. 

Luh Putu Sinta Wulandari, salah satu lulusan terbaik Sarjana Kebidanan, mengakui jika predikat Unggul yang terpampang di ijazahnya membuat dirinya lebih percaya diri lagi melahap tantangan dunia kerja. 

Kombinasi teori dan praktik selama di mengenyam pendidikan di kampus juga makin melengkapi kompetensinya. Saat ini, Sinta Wulandari telah bekerja di sebuah klinik milik keluarganya di Canggu. 

Ditegaskannya, alasannya memilih ITEKES Bali karena kualitas. Terutama melihat para alumni yang sukses berkarir hingga ke mancanegara. Hal ini membuktikan pengelola ITEKES Bali sudah merancang lulusannya tidak hanya bisa bersaing di pasar lokal. 

BACA JUGA:  Tinggi Minat Lulusan SMK Teknas ke D2 Fast Track! Jalin Kerja Sama dengan Ratusan Dudi

"Apalagi sekarang di ijazah kami ada 'Unggul' -nya. Tentu kami lebih percaya diri lagi," pungkasnya. 

Pada kesempatan yang sama, Pembina Yayasan Penyelenggara Pendidikan Latihan dan Pelayanan Kesehatan (YPPLPK) Bali Drs. I Ketut Widya, Bn.Stud., MM., mengutamakan prinsip harmonisasi dengan rektorat. 

Yayasan yang berposisi sebagai badan hukum penyelenggara pendidikan, di luar akademik, tidak akan mengintervensi kebijakan rektorat karena pihaknya yakin semua program bertujuan baik untuk lembaga.

YPPLPK Bali mendorong para alumni memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan, hingga ke pelosok-pelosok tanah air. 

"Saya yakin lulusan kami langsung terserap dunia kerja, bahkan banyak yang bekerja mengisi sektor informal sejak masih kuliah. Ini lah bukti yang kami berikan," pungkasnya, pada acara yang dihari juga Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) VIII Dr. Ir. IGL Bagus Eratodi, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., APEC. Eng., serta undangan lainnya. 

 

 

Scroll to Top