Kemitraan Strategis Bulog dan Petani: Dorong Serapan Beras dan Jagung, Distanpangan Bali Perkuat Peran Pendampingan

IMG-20250417-WA0009
Perum Bulog mengambil langkah strategis dengan menjalin kemitraan langsung bersama petani. Langkah ini mendapatkan dukungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali.

DENPASAR-fajarbali.com | Dalam menghadapi tantangan fluktuasi harga komoditas pangan saat musim panen raya, Perum Bulog mengambil langkah strategis dengan menjalin kemitraan langsung bersama petani.

Kerja sama ini fokus pada penyerapan dua komoditas utama, yaitu beras dan jagung, yang merupakan hasil unggulan pertanian Provinsi Bali.

Melalui skema kemitraan ini, Bulog tidak hanya berperan sebagai off-taker hasil panen, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan lokal.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, yang turut memfasilitasi koordinasi antara petani, kelompok tani, gapoktan, serta unsur BUMN dan BUMDes.

Kepala Distanpangan Bali I Wayan Sunada menyampaikan, pola kemitraan ini merupakan bentuk nyata menjamin hasil panen petani dengan harga yang sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Hasil pantauan khususnya lahan jagung di Kecamatan Grokgak, Buleleng seluas 60 Ha jagung telah habis panen, tersisa sekitar 5% dengan produktivitas 5 sampai dengan 6 ton/ha.

Saat ini, jelas Sunada, harga jagung tongkol kering Rp 2.200,-/kg dan harga pipilan kering Rp 4.500,-/kg dan Bulog siap membeli jagung pipilan kering dengan kadar air 14% dengan harga Rp5.500,-/kg.

Menyadari urgensi perlindungan terhadap hasil panen lokal, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Wayan Sunada, menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar transaksi jual beli, tetapi bagian dari sistem ketahanan pangan Bali yang berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan.

“Pola kemitraan ini menjadi salah satu bentuk konkret kolaborasi antarlembaga dalam melindungi petani dari fluktuasi harga dan memberi jaminan pasar. Dinas berperan dalam memetakan potensi panen, mengidentifikasi kelompok tani yang siap bermitra, dan memastikan kualitas hasil panen memenuhi standar yang dipersyaratkan Bulog,” ujar Sunada.

Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng juga melakukan pendampingan teknis terhadap petani melalui petugas penyuluh lapangan (PPL) di masing-masing kecamatan.

BACA JUGA:  Momen Sakral, Lima Bendera Pataka Simbol "Quick Wins" Tiba di Bali

Pendampingan ini meliputi pengelolaan pascapanen, peningkatan kualitas produk, serta penyesuaian terhadap standar logistik dan penyimpanan agar hasil panen bisa diserap secara optimal.

Pemerintah Provinsi Bali menargetkan pola kemitraan semacam ini dapat direplikasi di kabupaten lain, sebagai bagian dari strategi pembangunan pertanian terpadu yang berbasis pada ketahanan dan kemandirian pangan.

Selain menjamin harga dan serapan, pola ini juga mendorong petani untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas secara berkelanjutan.

“Kami akan terus mendorong ekosistem pertanian yang sehat, mulai dari hulu hingga hilir. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BUMN seperti Bulog, dan kelembagaan petani, kami yakin pertanian Bali akan semakin tangguh,” pungkas Sunada.

Dengan adanya kemitraan yang kuat antara Bulog dan petani, diharapkan hasil panen beras dan jagung dapat terserap secara optimal, memberikan keuntungan bagi petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Scroll to Top