Kementerian Pertanian Apresiasi Penanganan Penyakit Babi di Badung

7 Views

MANGUPURA – fajarbali.com | Kementerian Pertanian memberikan apresiasi atas keseriusan Pemkab Badung menangani penyebaran penyakit yang mengakibatkan kematian babi di wilayahnya dengan melibatkan aparat desa, tokoh-tokoh adat dan gabungan peternak babi (GUPBI) Bali. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Hewan Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian drh. Sigit Nurtanto saat meninjau kegiatan KIE di Desa Sulangai, Plaga dan Belok Sidan Kecamatan Petang, Jumat (31/1/2020) lalu.

 

Menurut Sigit, memang sampai saat ini jenis penyakit yang menyerang ternak babi di Bali belum dikonfirmasi oleh BB Vet Medan namun melihat gejala klinis dan penyebarannya yang sangat cepat kemungkinan besar disebabkan oleh sejenis virus. Oleh karena itu upaya penanganan yang telah dilakukan oleh dinas terkait dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran masyarakat sudah sangat tepat karena sampai saat ini belum ada vaksin maupun obat yang bisa direkomendasikan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana,S.Sos, Msi mengatakan bahwa dalam upaya untuk mencegah dampak ekonomis yang lebih besar bagi peternak dan mengamankan stok babi untuk hari raya Galungan dan Kuningan serta mengurangi dampak psikologis bagi masyarakat, pihaknya melakukan dua langkah strategis yaitu mengamankan sentra peternakan babi yang belum terkena penyakit dengan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan biosekuriti yang ketat dan upaya memutus mata rantai penyebaran wabah bagi wilayah yang sudah terdampak dengan melibatkan peran serta masyarakat.

Pihaknya menerjunkan seluruh petugas yang terdiri dari penyuluh, dokter hewan dan Puskeswan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat tentang cara-cara mencegah penularan penyakit serta tatalaksana penanganan babi yang sakit dan mati agar tidak menyebar lebih luas lagi. Akibat gencarnya sosialisasi yang dilakukan, saat ini masyarakat sudah tidak panik dan resah lagi karena mereka sudah mendapatkan informasi yang jelas bahwa penyakit ini tidak menular kepada manusia serta daging babi yang sehat dan diolah dengan baik sangat aman untuk dikonsumsi.

Terkait keamanan daging babi terutama saat Hari Raya Galungan nanti, pihaknya sudah menyiapkan ratusan petugas bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Unud yang akan diterjunkan kepada masyarakat guna melakukan pemeriksaan kesehatan babi yang akan dipotong sehingga layak dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Sementara, guna mendukung kebijakan pusat untuk kesejahteraan para petani, Kabupaten Badung  tidak hanya membantu asuransi kerusakan di bidang persawahan, tapi dibidang peternakan. Tahun 2020 ini  Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan  juga akan memberikan asuransi untuk peternak sapi. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Wayan Wijana, Minggu (2/2).

Menurut Wijana, untuk mempertahankan subak serta peternakan sapi di Badung, tahun 2020 ini pihaknya sudah menyiapkan sejumlah program diantaranya dibidang pertanian yaitu, menyiapkan subsidi pupuk organik dan non organik  serta melakukan perbaikan irigasi tersier dengan anggaran sekitar Rp 600 juta.

 

“Panjang saluran irigasi kita di Badung  mencapai 670 km dan baru diperbaiki  sekitar 200 km di tahun 2019. Kalau kita akumulasi bantuan ini dengan dana Rp 600 juta ini berarti 1 hektar di bantu 1 juta rupiah  untuk perbaikan irigasi tersiernya,”ujarnya.

Wijana memjelaskan, untuk asuransi padi ada 3000 hektar sawah yang akan ditanggung asuransi jika padinya mengalami kerusakan dan 400 ternak sapi. “Untuk padi satu hektar kerusakan mendapat Rp 6 juta smentara untuk ternak sapi mendapat premi tanggungan sebenar 10 juta per ekor. Ada syarat-syarat yang mendapatkan asuransi ini untuk asuransi sawah, tidak lebih dari  2 hektar sawah smentara sapi yang mendapat tanggungan asuransi jika sapi itu mati dan dicuri orang. Ini sudah sesuai dengan aturan Pusat dan share dana asuransi ini 80 persen dari pusat dan 20 persen dari Pemkab Badung,” paparnya.

Kemudian untuk peternak babi, Wijana mengatakan, untuk peternak babi memang belum ada asuransinya. “Memang ada sejumlah warga yang menanyakan hal ini, kami belum mempunyai dasar hukum untuk memberikan asuransi pada ternak babi. Selain itu dari Kementerian Pertanian belum juga mempunyai dasar hukum untuk itu, sehingga atas dasar itu di Pemerintah daerah juga belum bisa memberikan  asuransi terhadap peternak babi,”terangnya.(put).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wabup Suiasa Buka Muskab ke-3 PPI Badung Ajak PPI Bersinergi Mambangun Badung

Ming Feb 2 , 2020
7 ViewsMANGUPURA – fajarbali.com | Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Ketua DPRD Badung Putu Parwata membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-3, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Badung, di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (2/2/2020).