Karir Lulusan FISHUM UNR Beragam; Dari PNS, Wirausaha, Pegiat Lingkungan, Perbekel hingga Atlet Nasional

IMG-20250829-WA0010
Dekan FISHUM UNR bersama jajaran mendampingi lulusan terbaik Sarjana Administrasi Publik (SAP), dalam Yudisium ke-44, pada Kamis (28/8/2025) di Aula UNR. 

DENPASAR-fajarbali.com | Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) Universitas Ngurah Rai (UNR), melepas 36 lulusan Sarjana Administrasi Publik (SAP), dalam Yudisium ke-44, pada Kamis (28/8/2025) di Auditorium UNR. 

Menariknya, dari lulusan itu, ada dua orang perbekel/kepala desa, yakni I Wayan Kamar, Perbekel Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar, I Wayan Katon, Perbekel Desa Batu Kandik, Nusa Penida , Klungkung. 

Kemudian ada I Gede Agastya Dharma Wardhana, atlet judo kebanggaan Indonesia yang sukses meraih berbagai medali di kancah internasional. Tak ketinggalan "pahlawan" lingkungan Ketua Bersih-Bersih Bali IGNA Agus Norman Sasono.

Dekan FISHUM UNR Dr. Drs. I Wayan Astawa, SH., MAP., berharap, sarjana yang dicetaknya benar-benar mampu mengimplementasikan ilmu demi meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya bagi para perbekel. 

Dengan tambahan lulusan ini, FISHUM UNR telah melahirkan alumni sebanyak 2.002 orang sarjana. Untuk lulusn kali ini, IPK tertinggi 3,98 sedangkan IPK terendah 3,03 kemudian untuk IPK rata-rata 3,70. Lulusan tercepat pada tahun ini diraih dengan masa studi 3 tahun 3 bulan 15 hari yang berjumlah 3 (tiga) orang. 

"Lulusan kali ini telah bekerja diberbagai sektor, baik sebagai ASN, wirausaha, pegawai swasta, organisasi politik, dan sektor lainnya. Dengan kata lain kami tidak meluluskan calon pengangguran atau menambah deretan pengangguran," jelas dekan didampingi Wakil Dekan Dr. Ni Luh Putu Suastini, SE., M.Si., dan Kaprodi Administrasi Publik Sri Sulandari, S.Sos., MAP. 

Terkait tema yudisium, Merajut Inklusi, Menyatukan Harmoni dalam Tri Hita Karana, menurut dia, bukan sekadar kata-kata indah. Itu adalah pesan kehidupan. Inklusi berarti membuka hati, merangkul semua perbedaan. Harmoni berarti menyatukan langkah, bukan saling menjatuhkan. Dan Tri Hita Karana mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hubungan yang selaras: dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam semesta.

BACA JUGA:  Pengurus KSR Guna Bakti Unwar 2018-2019 Dilantik

"Auditorium ini menjadi saksi, kita berkumpul bukan sekadar untuk meresmikan sebuah gelar, melainkan untuk merajut kisah perjuangan, cinta, dan pengorbanan," ujarnya.

Sementara itu, I Wayan Kamar, bertekad menerapkan segala ilmu yang didapatkan dalam kapasitasnya sebagai kepala desa. Banyak hal yang didapatkan selama kuliah, terutama bertukar wawasan dengan dosen dan sesama mahasiswa. 

Senada, Perbekel Batu Kandik, Nusa Pendida, I Wayan Katon, mengaku tidak salah memilih FISHUM UNR. Bahkan ia ingin melanjutkan ke Magister Administrasi Publik di Program Pascasarjana UNR. 

"Di era kemajuan seperti sekarang ini, para pemimpin di banjar dan desa dituntut memiliki kompetensi lebih baik dari sisi wawasan dan keilmuan," ungkapnya. 

Sedangkan Gede Agastya, tengah mempersiapkan diri mendaftar sebagai pegawai di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kombinasi keahlian olahraga dan ilmu administrasi publik yang dimilikinya dinilai sangat membantu dirinya dalam menapaki karir setelah lulus sarjana.

Scroll to Top