GIANYAR-fajarbali | Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal saat ini melakukan pendataan kepada seluruh warga Indonesia. Pendataan ini berupa Sustaineble Divelopmant Goals (SDGs). Dalam data tersebut tersebut berisi sejumlah hal yang harus diisi termasuk jumlah penghasil tahunan hingga sumber pendapatan individu. Pendataan juga dilakukan di Kabupaten Gianyar.
Kadis PMD Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, Minggu (25/4/2021) menjelaskan data tersebut akan digunakan sebagai input untuk pembangunan berkelanjutan. Dari form tersebut akan ditentukan 18 tujuan pembangunan, yang tujuan akhirnya tidak ada desa miskin di Indonesia.
“Data ini sangat penting karena dari data tersebut akan dijadikan dasar untuk mencapai sasaran yang harus dilaksanakan. Akan terinput dalam sistem yang tujuannya untuk pengambilan keputusan dalam pembangunan berkelanjutan,” jelas Ngakan Ngurah Adi.
Baca Juga :
Masuki Musim Kemarau, TPA Temesi Rawan Kebakaran, Gundukan Sampah Sudah Ditangani DLH Gianyar
Perlu Adanya Langkah Kreatif dan Inovatif untuk Pemulihan Pariwisata
Ditambahkannya, pendataan dilakukan sampai Mei mendatang. Sedangkan petugas yang melakukan pendataan adalah petugas yang dibentuk di tiap desa. Satu-satunya desa yang telah selesai melakukan input adalah Desa Pejeng Kawan. Bahkan desa ini tercepat nasional dalam input.
“Tim tinggal bekerja, sudah ada form yang harus diisi, sedangkan di PMD nantinya tinggal input data. Jumlah penduduk Pejeng Kawan terdata 4.035 jiwa, sementara jumlah KK 876, mereka sudah selesai pendataan sekaligus penginputan, ini tercepat nasional,” jelasnya.
Dalam kesempatan kemarin, Ngakan Ngurah Adi berpesan, agar warga yang dimintai keterangan atau mengisi for agar memberikan data yang sebenarnya. Dari data tersebut nantinya akan dilihat secara detail kondisi riil masyarakat.
“Kerahasiaan data kami jamin, tujuannya agar nanti pemerintah bias mengambil keputusan pembangunan berkelanjutan,” harapnya lagi. (sar)
Kadis PMD Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, Minggu (25/4/2021) menjelaskan data tersebut akan digunakan sebagai input untuk pembangunan berkelanjutan. Dari form tersebut akan ditentukan 18 tujuan pembangunan, yang tujuan akhirnya tidak ada desa miskin di Indonesia.
“Data ini sangat penting karena dari data tersebut akan dijadikan dasar untuk mencapai sasaran yang harus dilaksanakan. Akan terinput dalam sistem yang tujuannya untuk pengambilan keputusan dalam pembangunan berkelanjutan,” jelas Ngakan Ngurah Adi.
Baca Juga :
Masuki Musim Kemarau, TPA Temesi Rawan Kebakaran, Gundukan Sampah Sudah Ditangani DLH Gianyar
Perlu Adanya Langkah Kreatif dan Inovatif untuk Pemulihan Pariwisata
Ditambahkannya, pendataan dilakukan sampai Mei mendatang. Sedangkan petugas yang melakukan pendataan adalah petugas yang dibentuk di tiap desa. Satu-satunya desa yang telah selesai melakukan input adalah Desa Pejeng Kawan. Bahkan desa ini tercepat nasional dalam input.
“Tim tinggal bekerja, sudah ada form yang harus diisi, sedangkan di PMD nantinya tinggal input data. Jumlah penduduk Pejeng Kawan terdata 4.035 jiwa, sementara jumlah KK 876, mereka sudah selesai pendataan sekaligus penginputan, ini tercepat nasional,” jelasnya.
Dalam kesempatan kemarin, Ngakan Ngurah Adi berpesan, agar warga yang dimintai keterangan atau mengisi for agar memberikan data yang sebenarnya. Dari data tersebut nantinya akan dilihat secara detail kondisi riil masyarakat.
“Kerahasiaan data kami jamin, tujuannya agar nanti pemerintah bias mengambil keputusan pembangunan berkelanjutan,” harapnya lagi. (sar)