Jelang Nyepi, TPID Gelar Pasar Murah

SEMARAPURA-fajarbali.com | Jelang perayaan Hari Raya Nyepi, Sabtu (17/3/2018) Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Klungkung menggelar pasar murah. Upaya ini dilakukan untuk memimalisir dampak harga sejumlah komoditi yang mulai melonjak. Tak tanggung-tanggung, pasar murah yang berlokasi di depan Kantor Desa Gelgel, Klungkung ini menyediakan 1 ton beras serta kebutuhan pokok lainnya. 

Senin (12/3/2018) usai kegiatan pasar murah, Kasubag Produksi Bagian Perekonomian Pemkab Klungkung, Tjok Istri Agung Wiradnyani mengungkapkan pasar murah kali ini menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari. Mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, hingga telur. Harganya pun dipastikan lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran. Untuk harga minyak goreng sekitar Rp 12 ribu per kilogram, gula pasir Rp 11 ribu per kilogram, beras premium Rp 52 ribu per 5 kilogram, beras medium Rp 46.750 per 5 kilogram. Beras yang disedikan mencapai 1 ton, sedangkan gula pasir 100 kilogram, dan minyak goreng sebanyak 30 kardus. 

Menurut Tjokorda Wiradnyani sejauh ini harga beras di tingkat grosir memang sudah mulai turun. Namun, untuk beras medium eceran masih di harga Rp 11.000 per kilogramnya. Sedangkan untuk beras premium harganya Rp 13.000 per kilogram. Harga tersebut tentu saja masih relatif malah bagi masyarakat, lantaran sebelum ada peningkatan, harga hanya Rp 9.800 per kilogram. “Pasar murah ini kami langsungkan untuk menjaga stabilitas harga jelang hari raya,” ujarnya.

Uniknya, pasar murah yang identik dengan kebutuhan dapur ini tidak menyediakan komoditi cabai. Tjok Wiradnyani mengatakan, harga cabai saat ini masih tergolong tinggi, mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Namun, di pasaran sedang terjadi kelangkaan cabai. Situasi ini diprediksi terjadi karena banyak petani yang gagal panen. Sehingga TPID Klungkung pun tidak dapat menyediakan cabai. 

“TPID tadi tidak menjual cabai di pasar murah karena tidak dapat beli. Jangankan pemerintah, di grosir saja tidak dapat beli. Kondisi tersebut diperkirakan karena gagal panen,” jelasnya. Ia pun berharap, pasar murah yang digelar Pemkab Klungkung ini dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Di sisi lain, Kepala Dins Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida 
justru menyampaikan kenaikan harga cabai tidak disebabkan oleh banyaknya petani yang gagal panen. Melainkan karena petani beralih menanam padi. Juanida menegaskan, sejak aliran Sungai Unda sudah jernih, saluran irigasi ke sejumlah subak pun dibuka. Oleh karena itu, banyak petani yang memilih menanam padi dibandingkan cabai. “Jadi lebih kepada pola tanam yang kini memasuki masa tanam padi. Jadi bukan karena gagal panen,” tegasnya. W-019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Puluhan Eks Karyawan Hardys Mengadu ke Dewan

Sen Mar 12 , 2018
NEGARA-fajarbali.com | Puluhan eks karyawan Hardys beramai-ramai mengadu datang ke DPRD Jembrana, Senin (12/3/2018). Penyampaian aspirasi para eks karyawan tersebut, lantaran belum mendapat uang pesangon mereka, setelah perusahaan Hardys dinyatakan pailit pada putusan pengadilan.