Jalan Jebol di Desa Sulahan Bangli, Akan Diperbaiki Tahun ini

BANGLI-fajarbali.com | Setelah hampir dua tahun mengalami jebol dan tak kunjung mendapat penanggulangan, upaya perbaikan ruas jalan menuju kampung halaman Wakil Bupati Bangli, di Banjar Sulahan, Susut, Bangli, akhirnya baru ada kepastian tahun ini akan dilakukan.

Dimana saat ini, prosesnya sudah masuk dalam Rancangan Umum Pengadaan (RUP) di Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUTRPK) Bangli. Hal ini diakui Sekretaris Dinas  PUTRPK Kabupaten Bangli, Made Soma saat dikonfirmasi awak media, Rabu (28/2/2019).

Disampaikan, anggaran untuk perbaikan ruas jalan menuju kampung Wabub itu telah dialokasikan sebesar Rp 640 juta lebih. “Tahun ini, upaya perbaikan ruas jalan tersebut menjadi salah satu skala prioritas dan sudah masuk dalam tahap Rancangan Umum Pengadaan,” ungkapnya. 

Disampaikan, tarik ulur perbaikan jalan jebol dan telah memakan dua korban luka-luka ini akibat adanya penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sebab, perbaikan ruas jalan jebol itu sebelumnya, dianggarkan sebesar Rp 200 juta dan masuk dalam APBD Induk 2018. Namun, karena kondisi jebol makin parah, anggaran tersebut tidak memadai. Makanya anggaran perbaikannya sempat masuk dalam APBD Perubahan dengan anggaran Rp 600 juta lebih. Hanya saja, saat itu masih menemui beberapa kendala teknis sehingga belum juga bisa diambil. Sehingga tahun ini, dipastikan perbaikan akan segera dilakukan. “Nantinya, titik jebol akan dibangun dinding penahan tanah (DPT). Setelah itu akan ada konstruksi beton, baru ditimbun,” sebutnya.

Sebelumnya, kondisi jalan menuju rumah Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengalami jebol saat musim hujan yang terjadi Senin (9/10/2017 hampir dua tahun lalu. Karena lama tak kunjung diperbaiki, kondisinya kian parah setelah terjadi jebol susulan. Kondisi ini tentunya sangat membahayakan para pengendara, khususnya yang tidak mengenal medan. Terbukti, dua pengendara motor pernah mengalami kecelakaan akibat tercebur ke dalam lokasi jebolnya jalan tersebut.

Dimana, panjang jebolnya akses jalan tersebut mencapai 10 meter dan kedalaman sekitar belasan meter, sehingga jalur tersebut masih rawan untuk dilalui. Saat ini, tampak kondisi jurang terseut tertutup tumbuhan liar dan kondisi tanahnya juga masih labil. Meski demikian, sejumlah warga tampak masih tetap nekat untuk melintas di ruas jalan tersebut. Hanya saja, warga tak bisa berpapasan lantaran badan jalan yang tersisa lebarnya kurang dari 2 meter saja. (ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

"Jnana Dharmaning Utama"', Tema HUT ke-9 FPAS Unhi

Kam Feb 28 , 2019
DENPASAR-fajarbali.com | Fakultas Pendidikan Agama dan Seni (FPAS), Universitas Hindu Indonesia (Unhi), merayakan puncak hari jadi yang ke sembilan, Kamis (28/2/2019) di Kampus Unhi.
BPD BALI