Hadirkan Pakar dari Jepang, Poltekkes Kemenkes Denpasar Kupas Cara Olah Sampah Jadi Energi

u10-IMG-20251220-WA0001
Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar Bersama PT. Sirador Lestari Hijau menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pengolahan sampah menjadi energi yang disebut Life Cycle Carbon Neutral (LCCN), pada Jumat (19/12/2025), di Auditorium Poltekkes Kemenkes Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Sebagai respon kondisi persoalan sampah di Bali, dan Indonesia pada umumnya, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar Bersama PT. Sirador Lestari Hijau menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pengolahan sampah menjadi energi yang disebut Life Cycle Carbon Neutral (LCCN), pada Jumat (19/12/2025), di Auditorium Poltekkes Kemenkes Denpasar.

Sampah memang menjadi masalah di dibanyak negara di seluruh Asia termasuk Asia Tenggara tidak terkecuali dengan Indonesia. Banyak negara sedang menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan penumpukan sampah padat perkotaan.

Kondisi pertumbuhan penduduk, keterbatasan infrastruktur dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah masih rendah dan teknologi juga masih terbatas tidak dapat menyelesaikan masalah sampah yang menyebabkan terjadinya pencemaran air, udara, tanah serta perubahan iklim, dan tentunya akan mengganggu kesehatan masyarakat serta dapat menyebabkan banjir dan bencana alam.

FGD ini menghadirkan dua narasumber dari Jepang, yaitu Prof. Dr. Minoru Fujii dan Dr. Makiko Doi. Kegiatan ini bekerjasama dengan tim Peneliti dari National Institute Enviromental Studies (NIES) Jepang dan EX Research Institute Ltd, Environmental and Regional Planning, Research & Consulting Jepang.

Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, Ida Bagus Kade Wira Negara, Sp., M.Ap. mengapresiasi kegiatan FGD yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Denpasar.

Menurutnya, penggunaan teknologi dan penyesuaian komposisi sampah yang ada di Bali menjadi sangat penting. “Kami ingin membangun suatu pengelolaan sampah yang baik, dan menciptakan lingkungan hidup yang bersih, sehat dan ramah lingkungan, serta sesuai dengan karakteristik Bali,” ungkap Wira Negara.

Sementara itu, Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Denpasar Ida Bagus Made Mahendra, S Kom., MPH., memaparkan, FGD tentang pengolahan sampah menjadi energi bisa menjadi salah satu upaya untuk menangani permasalahan sampah di Provinsi Bali.

BACA JUGA:  Astra Motor Bali Ajak Karyawan Peduli Lingkungan, Gelar Aksi Bersih Sungai dan Salurkan Bantuan Pasca Banjir

Ia juga berharap, metode ini bisa diterapkan di Bali, mengingat sampah menjadi persoalan yang sangat mendesak dan harus segera diatasi.

“Ada suatu teknologi dalam mengatasi sampah yang mungkin kita belum memahami. Jadi, dalam FGD kita bisa menggali informasi tentang teknologi ini dan apakah bisa diterapkan di Provinsi Bali nantinya,” kata dia, mewakili direktur.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar, I Wayan Jana, SKM., M. si., menyatakan, sampah merupakan masalah bersama, sehingga dengan pengolahan berbasis teknologi akan mampu mengurangi residu yang dibawa ke TPA.

Selain itu, Wayan Jana yang juga Ketua panitia kegiatan mengatakan, edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber perlu ditingkatkan. Sehingga, masyarakat bisa memahami betul tentang cara pengelolaan sampah.

“Sesungguhnya ini merupakan suatu teknologi yang bisa mengurangi residu. Bagi kami TPA masih penting, cuman mungkin dengan teknologi yang kita lakukan tentunya usia TPA itu akan lebih panjang lagi,” ujarnya.

Wayan Jana mengingatkan, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tugas bersama. "Dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan tentu memerlukan kolaborasi, terutama perilaku masyarakat dan didukung kebijakan pemerintah," pungkasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top