Gigitan Anjing Rabies di Karangasem Masih Tinggi

AMLAPURA-fajarbali.com | Kasus rabies di kabupaten Karangasem termasuk paling tinggi di Provinsi Bali. Dari data yang didapat, sepanjang Januari 2019 saja,terjadi 11 kasus gigitan anjing rabies.

Sementara pada Tahun 2018 lalu, terjadi 42 kasus gigitan rabies yang tersebar di 70 desa di Karangasem. Sebagai antisipasi, pemkab Karangasem pun bakal melakukan vaksinasi massal sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 15 tahun 2019 yang akan dilaksanakan bulan April mendatang sebulan penuh.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. I Made Ari Susanta, Rabu (27/2/2019) mengatakan, temuan kasus gigitan anjing rabies merupakan yang tertinggi di Bali. Dalam dua bulan terakhir ini saja, sebut Ari Susanta, terjadi 11 gigitan anjing rabies. Terbanyak, terjadi di kecamatan Bebandem. “Ada 11 gigitan anjing rabies yang kita temukan, jumlah tersebut tertinggi di Bali,” ujarnya.

Pemkab Karangasem, sebut Ari Susanta, melaksanakan kegiatam rutin vaksinasi massal terhadap anjing. Hanya saja, sebagain besar yang rabies adalah anjing liar. Kesulitan yang dihadapi terhadap keberadaan anjing liar, biasanya mereka hidup tempat terpencil dan jauh dari jangkauan. “Begitu tim kita mau vaksinasi, mereka menjauh, apalagi kalau tempatnya di perbukitan, tentu saja itu menyulitkan kami,” ujarnya lagi.

Ari Susanta mengatakan, di tahun 2018 lalu tercatat ada 42 gigitan anjing rabies. Tahun ini, tim kesehatan hewan akan kembali menggelar vaksinasi massal yang rencananya akan digelar pada bulan April mendatang. Hal itu sesuai Perda Nomor 15 tahun 2019 dimana lama vaksinasi massal akan dilakukan selama 30 hari. Metode vaksinasi, sebutnya, akan dilakukan dengan dua cara yakni aktif dan pasif. Artinya, untuk aktif petugas akan datang langsung kerumah-rumah penduduk. Sementara pasif, petugas akan menunggu di suatu tempat dan masyarakat hadir ketempat itu dengan membawa anjing peliharanya. “Aktif juga akan menyasar anjing liar, ini kita lakukan sebagai antisipasi rabies pada anjing,” ujarnya lagi.

Ari Susanta menyebutkan, kasus rabies di Karangasem pertama kali ditemukan pada tahun 2009 lalu. Sejak saat itu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi hingga ke sekolah-sekolah akan bahaya rabies dan penanggulangan awal saat digigit anjing yang diduga rabies. Selain itu, saat ini populasi anjing di Karangasem mencapai hampir 50 ribu yang membuat petugas juga cukup kewalahan melakukan vaksinasi. “Sosialisasi ke masyarakat hingga ke sekolah-sekolah terus kita gencarkan,” ujarnya lagi. (bud)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Bupati Bangli Motivasi Para Pelajar

Rab Feb 27 , 2019
BANGLI-fajarbali.com | Bupati Bangli I Made Gianyar mengingatkan generasi muda khususnya pelajar di Kabupaten Bangli akan pentingnya pendidikan untuk masa depan.
BPD BALI