Denpasar-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sesuai Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021 yang akan mulai berlaku pada 1 April 2021 mendatang, fasilitas GeNose akan digunakan untuk mendeteksi Covid-19 di pintu-pintu masuk Provinsi Bali. Dalam aturan baru itu, pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) ke Bali bisa menunjukkan hasil negatif GeNose yang dilakukan sebelum keberangkatan.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya menerangkan, bawah untuk fasilitas GeNose ini penggunaanya sudah bisa dilakukan. Namun, dirinya menyebutkan jika penggunaan alat tersebut tergantung dimana barang itu akan ditempatkan nantinya.
"Kalau sudah ada mau dipakai dimana. Tentu ini tergantung dengan kebutuhannya nanti. Memang yang diutamakan penggunaannya di bandara dan pelabuhan. Ya kita harapkan alat ini mampu mendeteksi Covid-19 dengan cepat dan akurat," ujarnya.
Baca Juga :
Ekonomi Merosot, Pentingnya Bijak Mengelola Keuangan di Masa Pandemi
Pentingnya Olahan Pangan Alternatif Untuk Menekan Tingginya Permintaan Beras
Sebelumnya, Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudistira, mengatakan fasilitas GeNose rencananya akan ditempatkan di area publik Bandara Ngurah Rai. Pihaknya akan menyediakan 8 bilik yang dilengkapi alat tesnya.
Penumpang perlu waktu sekitar 1 jam menunggu hasilnya. la menyebutkan saat ini terdapat 2 bandara yang dikelola Angkasa Pura I memiliki alat tes GeNose yaitu Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Internasional Juanda dan dapat digunakan pada 1 April 2021 mendatang.
"Saat ini sedang disiapkan fasilitasnya. Alat tes GeNose ini akan ditempatkan di publik area di tempat Antigen yang sekarang. Kalau di Bali sendiri alat tes GeNose memang belum ada, masih disiapkan. Kemungkinan minggu kedua di bulan April sudah tersedia. Tarifnya lebih murah daripada Antigen," jelasnya. (dha)
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya menerangkan, bawah untuk fasilitas GeNose ini penggunaanya sudah bisa dilakukan. Namun, dirinya menyebutkan jika penggunaan alat tersebut tergantung dimana barang itu akan ditempatkan nantinya.
"Kalau sudah ada mau dipakai dimana. Tentu ini tergantung dengan kebutuhannya nanti. Memang yang diutamakan penggunaannya di bandara dan pelabuhan. Ya kita harapkan alat ini mampu mendeteksi Covid-19 dengan cepat dan akurat," ujarnya.
Baca Juga :
Ekonomi Merosot, Pentingnya Bijak Mengelola Keuangan di Masa Pandemi
Pentingnya Olahan Pangan Alternatif Untuk Menekan Tingginya Permintaan Beras
Sebelumnya, Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudistira, mengatakan fasilitas GeNose rencananya akan ditempatkan di area publik Bandara Ngurah Rai. Pihaknya akan menyediakan 8 bilik yang dilengkapi alat tesnya.
Penumpang perlu waktu sekitar 1 jam menunggu hasilnya. la menyebutkan saat ini terdapat 2 bandara yang dikelola Angkasa Pura I memiliki alat tes GeNose yaitu Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Internasional Juanda dan dapat digunakan pada 1 April 2021 mendatang.
"Saat ini sedang disiapkan fasilitasnya. Alat tes GeNose ini akan ditempatkan di publik area di tempat Antigen yang sekarang. Kalau di Bali sendiri alat tes GeNose memang belum ada, masih disiapkan. Kemungkinan minggu kedua di bulan April sudah tersedia. Tarifnya lebih murah daripada Antigen," jelasnya. (dha)










