Fit to Fly: Menjaga Kesehatan Sebelum Terbang

PECAWAT
foto ilustrasi (ist).

JIKA Anda bepergian untuk tujuan bisnis, liburan, atau alasan lainnya, penerbangan merupakan salah satu cara yang paling efisien dan cepat untuk melakukan perjalanan. Namun, terbang mungkin sulit bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

Oleh karena itu, istilah "Sehat untuk Terbang" atau "Fit to Fly" sangat penting. Ini menunjukkan apakah seseorang aman dan dalam kondisi kesehatan yang cukup untuk melakukan perjalanan udara.

Apa Itu Fit to Fly?

Seseorang yang dianggap cukup sehat secara fisik dan mampu menjalani penerbangan tanpa risiko kesehatan yang signifikan didefinisikan sebagai "Fit to Fly". Meskipun penerbangan komersial umumnya aman, ada beberapa hal yang dapat membahayakan kesehatan seseorang saat berada di udara, seperti tekanan kabin yang rendah, udara yang kering, atau kemungkinan infeksi. Akibatnya, sangat penting untuk memastikan bahwa kesehatan fisik Anda tidak menempatkan Anda dalam bahaya kesehatan selama penerbangan sebelum terbang.

Sebagian besar orang sehat tidak memerlukan pemeriksaan kesehatan khusus sebelum terbang, tetapi bagi orang-orang dengan masalah medis tertentu, itu sangat penting. Maskapai penerbangan biasanya memiliki kebijakan yang memungkinkan orang dengan kondisi medis tertentu melakukan perjalanan asalkan mereka memiliki izin dari dokter atau surat keterangan kesehatan yang menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan perjalanan.

Mengapa Penting Mengetahui Kondisi "Fit to Fly"?

Kondisi saat di darat tidak sama dengan saat penerbangan di udara. Tekanan udara yang lebih rendah, kadar oksigen yang lebih rendah, dan udara yang cenderung kering memiliki banyak efek pada tubuh kita. Ada beberapa alasan mengapa penting untuk memastikan bahwa Anda fit untuk terbang karena beberapa kondisi medis mungkin memburuk saat terbang, yang dapat membahayakan kesehatan Anda dan orang lain di sekitar Anda.

BACA JUGA:  Optimalkan Pelayanan Kepada Peserta, Kader JKN Siap Merapat

Tekanan Kabin dan Peredaran Darah

Tekanan udara di dalam pesawat lebih rendah daripada tekanan udara di permukaan tanah selama penerbangan. Penerbangan panjang meningkatkan risiko terkena pembekuan darah di pembuluh darah dalam, atau Deep Vein Thrombosis (DVT), karena hal ini dapat mempengaruhi peredaran darah dan menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti pembekuan darah. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum terbang jika Anda memiliki masalah jantung atau peredaran darah.

Kadar Oksigen yang Lebih Rendah di Udara

Udara di dalam kabin pesawat memiliki kadar oksigen yang lebih rendah daripada di darat. Jika seseorang memiliki penyakit paru-paru atau gangguan pernapasan lainnya, gejala mereka mungkin menjadi lebih buruk. Sangat penting untuk mengetahui apakah Anda membutuhkan bantuan tambahan, seperti oksigen, sebelum terbang.

Potensi Infeksi

Maskapai penerbangan adalah tempat ideal untuk kuman dan virus menyebar, terutama di kabin yang tertutup. Terbang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan Anda sendiri dan penumpang lain jika Anda sakit atau memiliki infeksi menular. Jika Anda menderita flu, pilek, atau penyakit menular lainnya, lebih baik untuk menunda perjalanan hingga kesehatan Anda membaik.

Kondisi Kehamilan

Wanita hamil sering bertanya apakah aman untuk terbang, terutama pada saat menjelang akhir kehamilan. Meskipun sebagian besar penerbangan aman selama kehamilan, ada beberapa risiko saat penerbangan, terutama jika kehamilan Anda lebih dari 36 minggu. Banyak maskapai penerbangan memerlukan surat keterangan dari dokter untuk memastikan bahwa Anda sehat untuk terbang.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri Sebelum Terbang?

Ada beberapa kondisi medis yang memerlukan perhatian ekstra sebelum terbang. Jika Anda memiliki salah satu dari kondisi berikut, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu:

BACA JUGA:  Dilantik, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes Resmi Menjadi Kepala UDD PMI Provinsi Bali Masa Bhakti 2020-2025

Penyakit Jantung atau Pembuluh Darah

Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, seperti serangan jantung sebelumnya, gangguan irama jantung, atau masalah pembuluh darah, penerbangan panjang bisa meningkatkan risiko komplikasi, termasuk pembekuan darah. Pastikan Anda mendapatkan persetujuan dari dokter sebelum bepergian jauh.

Gangguan Pernapasan

Jika Anda menderita asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), atau gangguan pernapasan lainnya, terbang bisa menjadi lebih sulit. Udara yang kering dan kadar oksigen yang lebih rendah bisa memperburuk kondisi Anda. Dokter Anda mungkin akan menyarankan penggunaan inhaler atau oksigen tambahan selama penerbangan.

Infeksi atau Penyakit Menular

Jika Anda sedang sakit atau menderita infeksi, seperti pneumonia, flu, atau infeksi saluran pernapasan atas, lebih baik menunda perjalanan hingga Anda pulih sepenuhnya. Selain untuk keselamatan Anda, ini juga untuk melindungi penumpang lain agar tidak tertular penyakit.

Kehamilan.

Jika Anda hamil, terutama setelah 28 minggu, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa perjalanan udara aman bagi Anda dan janin. Beberapa maskapai mungkin meminta surat keterangan dari dokter jika Anda berada pada tahap akhir kehamilan.

Pasca Operasi.

Terbang dapat meningkatkan risiko komplikasi, terutama yang berkaitan dengan peredaran darah atau pembekuan, jika Anda baru saja menjalani operasi yang signifikan. Dokter akan menentukan apakah terbang aman bagi Anda atau apakah Anda harus menunggu beberapa waktu untuk pulih.

Bagaimana Mempersiapkan Diri untuk Terbang?

Jika Anda dinyatakan fit untuk terbang oleh dokter, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan diri dan menjaga kesehatan selama penerbangan:

  1. Perhatikan Hidrasi

Udara di dalam pesawat sangat kering, yang dapat menyebabkan dehidrasi. Pastikan untuk minum banyak air selama penerbangan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Hindari alkohol dan kafein, karena keduanya dapat menyebabkan dehidrasi.

  1. Gerakan Tubuh
BACA JUGA:  Kasus Covid-19 Meningkat, Ketersediaan Oksigen dan Obat-obatan di RSUP Sanglah Mencukupi

Penerbangan panjang dapat meningkatkan risiko pembekuan darah. Lakukan peregangan atau berjalan-jalan sejenak di kabin untuk melancarkan peredaran darah, terutama jika Anda duduk dalam waktu lama. Beberapa maskapai juga menyediakan latihan kaki untuk membantu melancarkan aliran darah.

  1. Bawa Obat-obatan yang Diperlukan

Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, pastikan untuk membawa obat-obatan yang Anda butuhkan selama penerbangan, seperti inhaler atau obat pengencer darah. Selalu bawa obat dalam tas tangan (carry-on) dan bukan dalam bagasi yang terdaftar, agar Anda mudah mengaksesnya jika diperlukan.

  1. Jaga Kebersihan

Gunakan masker dan hand sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan Anda. Ini sangat penting untuk menghindari penyebaran kuman yang dapat memperburuk kondisi Anda atau orang lain di sekitar Anda.

  1. Pilih Kursi yang Tepat

Jika Anda memiliki masalah dengan peredaran darah atau gangguan pernapasan, pilihlah kursi yang lebih dekat dengan lorong untuk memudahkan Anda bergerak dan mendapatkan akses ke oksigen tambahan jika diperlukan.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan sebelum terbang adalah langkah penting untuk memastikan bahwa perjalanan Anda aman dan nyaman. Meskipun penerbangan udara umumnya aman, bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, gangguan pernapasan, atau baru saja menjalani operasi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan memastikan bahwa Anda fit untuk terbang. Dengan persiapan yang matang, Anda bisa menjalani perjalanan udara tanpa masalah kesehatan yang berarti. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar perjalanan Anda tetap aman dan menyenangkan.

Penulis: dr. Anak Agung Ngurah Paramacarya Bodhinatha, S.Ked

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top