Festival “Dealing in Distance” Goethe-Institut Singgah di Bali, Angkat Isu Diaspora dan Identitas

Festival mini keliling bertajuk Dealing in Distance
Ilustrasi Festival mini keliling bertajuk Dealing in Distance. (Foto: © Là Hiếu)

Diinisiasi oleh Goethe-Institut di Indonesia, Filipina, serta Vietnam (Hanoi dan Ho Chi Minh City), Dealing in Distance dikuratori secara konseptual oleh kurator regional RED Nguyễn Hải Yến. Ia berangkat dari gagasan bahwa identitas tidak tumbuh dari satu asal-usul tunggal, melainkan dari berbagai relasi dan keterhubungan. Khusus edisi Bali, festival ini dikembangkan bersama dua kurator lokal, Wayan Sumahardika dan Savitri Sastrawan.

“Sejalan dengan komitmen Goethe-Institut terhadap dialog dan mobilitas, Dealing in Distance melalui variasi program publiknya menghadirkan berbagai perjumpaan yang kerap kali berlangsung tidak seimbang dan tak sepenuhnya terselesaikan—antara seniman diaspora Asia Tenggara kontemporer, seniman Indonesia, dan seniman Bali. Dengan mempertemukan beragam perspektif ini, kami berharap dapat memantik refleksi, pertukaran gagasan, serta cara-cara baru dalam memahami keterhubungan budaya di dunia yang kian bergerak,” ujar Kepala Regional Program Budaya Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Dr. Marguerite Rumpf dalam keteragan tertulisnya, Selasa (20/1).

Bali dipandang sebagai ruang refleksi kritis atas gagasan rasa kepemilikan yang tidak lagi terikat pada definisi tetap. Sejarah migrasi, pariwisata, serta negosiasi antara tradisi dan pengalaman kontemporer menjadikan Bali sebagai situs aktif pertemuan masa lalu dan masa kini. Dalam konteks inilah tema “KAMU DARI MANA? (WHERE ARE YOU FROM?)” menemukan relevansinya.

Sejumlah seniman yang terlibat dalam Dealing in Distance “KAMU DARI MANA? (WHERE ARE YOU FROM?)” antara lain Alvin Collantes, Amal Purnama, Bilawa Ade Respati, Bumi Bajra, Don Rare Nadiana x Wulan Dewi Saraswati, Melati Suryodarmo, Woven Kolektif, Sarnt Utamachote bersama Plum dan Gula Malacca, serta puluhan nama lain dari Bali, Indonesia, dan diaspora Asia Tenggara.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top