DENPASAR -sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com |Eksekusi tanah sengketa di Banjar Pakudui, Desa Adat Pakudui, Desa Kedisan, Tegallalang, Gianyar oleh PN Denpasar yang direncanakan pada Senin (31/8/2020) bakal mendapat perlawanan dari termohon eksekusi.
"Kami akan melakukan perlawanan," ujar kuasa hukum termohon eksekusi Nanda Pratama saat ditemui di Denpasar, Selasa (25/8/2020).
Menurutnya pihaknya akan memberikan perlawanan terhadap objek sengketa yang belum jelas tersebut.
“Tidak ada yang tahu pasti objek mana yang akan dieksekusi. Kami sudah cek lokasi sengketa dan tidak tahu yang nama batas objek eksekusi," terang pengacara muda itu.
Ia membenarkan ada 8 objek sengketa yang akan dieksekusi. Namun semuanya beda luas dan batas. Artinya, jika salah satu objek sengketa tidak jelas luasnya, niscaya eksekusi batal dilakukan. “Apabila salah satu objek sengketa tidak sesuai, maka seharusnya tidak bisa dilakukan eksekusi,” tegasnya.
Diungkapkannya, pihak Krama Pakudui Kangin siap berdamai dan bersatu dengan Krama Pakudui Kawan. Tapi warga Kangin tetap menolak adanya eksekusi yang akan dilakukan PN Gianyar pada Senin mendatang. “Eksekusi no, bersatu yes. Kami siap melawan, bila benar-benar eksekusi dilakukan,” tegasnya lagi.
Diinformasikan, di Banjar Pakudui ada dua tempekan yaitu Tempek Kawan 114 KK dan Tempek Kangin 46 KK. Krama Tempek Kangin (para pemohon) pangemong Pura Puseh beserta Laba Pura di wilayah Tempek Kangin. Krama Tempek Kawan adalah sebagai pangemong Pura Desa di wilayah Tempek Kawan.










