MANGUPURA-fajarbali.com | Dalam rangka menyemarakkan momen spesial libur Lebaran, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park menyajikan pertunjukan spektakuler Baraong Show dan Festival Ogoh-Ogoh GWK. Kedua program unggulan ini telah dipersiapkan secara khusus untuk menampilkan kekayaan budaya Bali sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh pengunjung selama masa liburan Lebaran.
Baraong Show adalah pertunjukan satu-satunya di Bali yang menghadirkan 5 sosok Barong Bali dalam 1 panggung. Pertunjukan ini menjadi sajian yang berbeda, dengan tata lampu, visual dan musikal yang menciptakan sebuah sajian atraksi spektakuler. Hadir dalam rangka Liburan panjang ini dimulai pada tanggal 1 April, yang kemudian dipentaskan secara reguler setiap hari Rabu sampai Sabtu di Amphitheater, sebuat teater semi terbuka di dalam GWK Cultural Park.
Sementara itu salah satu agenda event tahunan yang menjadi magnet bagi wisatawan adalah Festival Ogoh Ogoh GWK. Dengan konsep “pesta rakyat”, Festival Ogoh-ogoh GWK ini merupakan yang ke-5 yang diselenggarakan oleh GWK Cultural Park. Bagi wisatawan yang tidak sempat melihat Perayaan Ogoh Ogoh saat menyambut Hari Raya Nyepi, Festival Ogoh-ogoh ini menjadi hiburan tambahan bagi para pengunjung.
Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani mengatakan, tingginya antusias wisatawan karena festival diadakan di waktu yang tepat, terutama dapat dinikmati wisatawan yang belum ke Bali saat pawai ogoh-ogoh menjelang Nyepi, pekan lalu. “Tiket masuk ke area Festival Ogoh-Ogoh telah terjual lebih dari 10 ribu, mungkin juga bertepatan harinya dengan Lebaran sehingga libur panjang,“ ujarnya.
Dibandingkan dengan hari biasa, pengelola melihat kenaikan jumlah kunjungan berkali lipat, di mana hari normal khususnya sejak Maret jumlah kunjungan rata-rata 3.000 orang per hari dan saat Natal dan tahun baru sekitar 8.000 kunjungan per hari. Pada hari normal maupun libur Idul Fitri dibarengi Festival Ogoh-Ogoh ini, kunjungan wisatawan ke GWK 85 persen didominasi wisatawan domestik dan 15 persen mancanegara. “Kemarin awal Maret sempat landai di mana-mana di Bali, baik domestik maupun asing turun, tapi tiga hari menjelang Idul Fitri itu sudah mulai naik, dan puncaknya hari ini,” ujar Rossie, Rabu (2/4/2025).
Rossie menjelaskan, kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi dan kompetisi dari komunitas seni, banjar serta sekaa teruna di Bali. Event ini merupakan wujud konsistensi GWK Cultural Park dalam mendukung pelestarian seni budaya Bali, khususnya Ogoh-ogoh. Festival Ogoh-Ogoh yang dimulai pada 2 April hingga 10 Mei 2025 ini melibatkan seniman ogoh-ogoh dari 13 Sekaa Teruna Teruni (STT) mewakili desa-desa di Kuta Selatan.
Melengkapi konsep pesta rakyat ini, MyMelali GWK Market kembali hadir pada tanggal 1-5 April 2025 di Lotus Pond GWK Cultural Park. Pasar yang semarak ini menjadi wadah bagi para pengusaha lokal, pengrajin, dan industri kreatif untuk memamerkan produk mereka secara langsung kepada pengunjung. Pasar ini menampilkan berbagai penawaran dalam lima kategori yaitu Seni dan Kerajinan, Fashion, Makanan, dan aktivitas Komunitas.
"Terjadi kenaikan jumlah pengunjung selama masa liburan Lebaran, mengingat banyak keluarga menjadikan Bali sebagai destinasi liburan mereka. Kombinasi Pertunjukan Spektakuler Baraong Show dan Festival Ogoh-Ogoh ini menawarkan pengalaman budaya yang lengkap, di mana pengunjung bisa menikmati tradisi budaya Bali yang berpadu dengan kreativitas generasi muda saat ini,” ucapnya.
“Festival Ogoh-ogoh GWK serta MyMelali GWK Market merupakan upaya GWK Cultural Park untuk menjangkau wisatawan lebih luas. Diversifikasi atraksi wisata serta peningkatan kualitas pertunjukan dilakukan secara kontinyu, termasuk melakukan evaluasi berkala bersama para seniman. Melalui upaya ini, GWK Cultural Park berharap dapat menjangkau wisatawan mancanegara, utamanya dari beberapa negara seperti India, Taiwan, Australia maupun negara-negara Eropa yang selama ini menjadi market potensial bagi industri pariwisata Bali,” tambah Rossie.
GWK Cultural Park berkomitmen menghadirkan pengalaman budaya autentik yang memperkenalkan nilai nilai luhur Bali, sekaligus mendukung keberlanjutan seni lokal dan memberdayakan masyarakat setempat. “Melalui inisiatif seperti Baraong Show dan Festival Ogoh-Ogoh, GWK Cultural Park tak sekedar menjadi destinasi wisata, tetapi juga sebagai media edukasi masyarakat tentang seni budaya bali yang adi luhung,” pungkas Rossie. (M-001)