DENPASAR-Fajarbali.com|
DENPASAR-Fajarbali,com|Dua terdakwa kasus pengeroyokan berlatar belakang persoalan pribadi yaitu dari persoalan gadai mobil, Andi Masait alias Asep (42) dan Oter Ali (55) masing-masing dituntut hukuman 3 tahun penjara:
Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar I Putu Eka Suyantha, Senin (28/2/2022) mengatakan, kedua terdakwa dituntut 3 tahun penjara karena terbukti melakukan tindak pidana pengeroyokan di muka umum.
Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP.”Sudah dituntut masing-masing 3 tahun penjara,” kata pejabat yang akrab disapa Eka Suyantha, Senin (28/2)/2022).
Kasus yang sempat membuat heboh warga Denpasar sebenarnya ada 3 orang pelaku. Tapi pelaku atau terdakwa atas nama Herman Gani alias Imam hingga saat ini masih belum tertangkap alias masih dalam pelarian atau berstatus DPO.
Seperti diberitakan sebelumnya, saat diperiksa polisi, terdakwa Asep mengaku antara dia dengan korban I Made Pande Windu Merta memiliki persoalan pribadi.
Di mana saat itu terdakwa menggadaikan mobil kepada korban, namun oleh korban mobilnya justru dijual ke orang lain.
Mobil dijual ke orang lain oleh korban dengan diganti nomor polisinya. Padahal mobil milik terdakwa Asep masih dalam kondisi kredit atau masih diangsur.
Masih dari pengakuan Asep, ai lalu mengajak temannya untuk menjebak korban dengan berpura-pura menawarkan mobil dengan harga murah kepada korban.
Korban dan Asep lalu sepakat bertemu di Taman Kota Lumintang, Denpasar, Senin (25/10/2021) sekitar pukul 14.00 Wita. Di sana korban lalu menyerahkan uang Rp55 juta sebagai uang muka pembelian mobil seharga Rp70 juta.
Entah apa pemicunya, korban dan pelaku terlibat adu mulut. Ketiga pelaku kemudian berupaya menarik korban ke dalam mobil. Lantaran korban berontak, ketiga pelaku kemudian mengeroyoknya.(eli)