Dua Pasien Covid-19 Di Bangli Dinyatakan Sembuh, Penambahan Kasus Nihil

BANGLI – fajarbali.com | Memasuki hari Senin (11/05/2020) sore, data dari pusat informasi penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli, menunjukkan tidak ada angka penambahan kasus positif lagi. Sebaliknya, tercatat dua orang dinyatakan sembuh. Meski demikian, sampai saat ini Kabupaten Bangli masih tercatat sebagai daerah dengan penyumbang kasus positif terbesar di seluruh Bali. Dimana, jumlah kasus positif di Bangli masih bertahan sebanyak 70 kasus dengan rincian 28 masih dalam perawatan dan 42 sudah dinyatakan sembuh.

 

 

Humas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi membenarkan adanya penambahan pasien sembuh dari Covid-19. “Hari ini dua orang yang dinyatakan sembuh, berasal dari br. Serokadan, Abuan, Susut,” ungkap Wayan Dirgayusa. Pihaknya juga mengaku, untuk sementara ini belum ada catatan penambahan kasus positif lagi jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. “Semoga saja, upaya kita untuk memutus rantai penyebaran virus corona ini bisa segera terwujud,” jelasnya.

Sementara dari 70 kasus yang ada di Kabupaten Bangli, sebarannya telah terjadi di diseluruh kecamatan di Kabupaten Bangli. “Sedangkan jika bicara desa, tercatat sebanyak 19 desa yang ada kasus positifnya atau 26 persen dari seluruh desa yang ada di Bangli,” tegas Wayan Dirgayusa.

Disisi lain, pihaknya juga menyampaikan untuk pendistribusian logistic kepada warga yang menjalani isolasi telah terus dilakukan disejumlah titik. Disampaikan, menindaklanjuti surat dari Dinas Kesehatan tertanggal 9 Mei 2020 Nomor 443.1/49/dinkes tentang Penyediaan Logistik, tadi siang Dinas Sosial telah melaksanakan droping bantuan kepada masyarakat yang diisolasi di Br. Puri Bukit keluarahan Cempaga sebanyak 68 orang. Br. Jalan Bau, Desa Sulahan sebanyak 31 orang dan Desa Songan B sebanyak 19 orang. “Bantuan berupa paket sembako tersebut telah di serahkan oleh Staf Dinas Sosial  Kabupaten Bangli beserta team Tagana kabupaten Bangli yang diterima langsung oleh  Lurah dan Prebekel setempat serta di dampinggi  staf  untuk diteruskan kepada masyarakat bersangkutan,” paparnya.

Adapun paket sembako yang diserahkan masing-masing berisi, Beras, Mie instan, Telor, Kopi, Gula dan Minyak goreng. “Paket sembako yang diserahkan masing-masing untuk 14 hari selama masyarakat setempat menjalani isolasi,” pungkasnya. (arw)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Perlu Langkah Agresif Dalam Memutus Penyebaran Covid-19

Sen Mei 11 , 2020
DENPASAR – fajarbali.com | Perkembangan kasus Covid-19 di Bali hingga saat ini masih cukup mengkhawatirkan. Tak hanya membuat perekonomian di segala sektor menjadi lesu, merebaknya virus Covid-19 juga membuat masyarakat cemas akan kesehatan diri dan keluarga. Pasalnya, penularan tidak hanya melalui imported case, tapi juga transmisi lokal sudah semakin masif. […]