Diterjang Ombak, Pesisir Gilimanuk Abrasi

(Last Updated On: )

NEGARA-fajarbali.com | Abrasi yang terjadi di pesisir Kelurahan Gilimanuk makin parah. Akibat terjangan ombak dan air laut pasang, membuat rumah-rumah  di lingkungan Jineng Agung dan Lingkungan Asri masuk ke halaman rumah.




Dua bangunan warga setempat mengalami kerusakan, yakni bangunan kamar mandi milik Nyoman Sujana dan Ketut Wenten di Lingkungan Jineng Agung, kondisinya tampak sudah miring, bahkan dapurnya juga terlihat jebol, Selasa (15/5/2018). Tak hanya itu, tempat usaha laundrynya tak dapat difungsikan lagi. Menurut Ketut Wenten, terjangan ombak yang terjadi tahun lalu dan terjadi abrasi dan kondisi seperti ini sering terjadi seperti ini.




“Biasanya terjadi di Bulan Agustus, tetapi tahun ini terjadi pada Bulan Mei. Karena kerasnya terjangan ombak, rumahnya saya terkikis.  Kami cemas, karena tiap malam tak bisa tidur, karena khawatir rumahnya diterjang ombak. Kami berharap supaya secepatnya mendapat penanganan,” ujar Wenten.

Tidak hanya dialami Wenten, terjangan ombak juga menerjang dapur rumah milik Wayan Pica di Lingkungan Asri Barat di Gilimanuk. Kondisi dapurnya retak dan jebol dan posisinya sudah miring. Bahkan beberapa kandang babi milik warga pinggir pantai semuanya terkena terjangan  ombak. “Kami cemas, karena tiap malam tak bisa tidur, karena khawatir rumahnya diterjang ombak. Kami berharap supaya secepatnya mendapat penanganan,” ujar Wenten.



Terkait itu, Ketua RT VI Jineng Agung, Made Supandi kemarin menjelaskan pihaknya sudah melaporkan kondisi abrasi yang terjadi di pesisir Gilimanuk itu. Dia membenarkan hal ini terjadi setiap tahun,” ujarnya.  Akibat abrasi yang terjadi, pihaknya mendengar kabar kalau usulan tersebut telah dikirim ke pusat, tetapi belum ada realisasinya. Sementara ini, yang terkena dampak abrasi di Jineng Agung sebanyak 23 KK.



Antisipasi supaya tidak lebih parah, warga setemat sudah melakukan gotong royong untuk memasang penahan ombak dan menanam ranting pohon serta bambu sebagai pagang penghalang. Warga setempat mengaku tak bisa tidur karena rasa cemas. (prm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkot Denpasar Diharapkan Tinjau Kebijakan Penataan Toko Modern

Sel Mei 15 , 2018
(Last Updated On: )DENPASAR-fajarbali.com | Sejumlah pengusaha yang bergerak di bidang toko modern, mulai resah  akibat kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dalam menata toko modern. Penataan ini mengacu dasar hukum Surat Keputusan (SK) Wali Kota Denpasar No.188.45/495/HK/2011, tertanggal 9 September 2011 tentang Penataan Toko Modern.

Berita Lainnya