Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Darurat Tegalalang-Tambahan Kembali Rusak Parah

BANGLI-fajarbali.com l Kondisi jalan darurat yang terbuat dari bambu dan merupakan akses penghubung Lingkungan Tegalalang, Kelurahan Kawan dengan Banjar Tambahan, Desa Jehem, Tembuku, kembali mengalami kerusakan pasca diterjang banjir bandang, Selasa (17/8/2021) malam.


Pasalnya, terjangan banjir tersebut telah menyebabkan sejumlah tiang penyangga yang juga terbuat dari bambu lepas akibat tanah dibawahnya tergerus arus air. Akibatnya, tiang bambu tersebut kini tampak bergelantungan. Sementara kondisi sebagian bahan bambu yang dipergunakan untuk membangun jembatan secara swadaya beberapa bulan lalu itu, kini juga sudah mulai keropos. Hal ini, tentu saja membahayakan sehingga sejumlah pengendara terpaksa harus putar balik.

Sang Ketut Rencana, salah satu tokoh masyarakat Tegalalang saat dikonfirmasi, Rabu (18/8/2021) mengatakan kerusakan jembatan darurat tersebut kembali terjadi akibat hujan deras Selasa malam, yang membuat volume air di tukad Bebengan naik. Akibatnya air bercampur material galian bendungan menghatam lokasi jembatan darurat.

“Jembatan darurat ini, kami bangun secara swadaya bersama masyarakat beberapa bulan lalu. Tapi kini kembali rusak akibat hujan semalam. Tiang  penyangga jembatan sudah pada bergelayutan, karena tanah dibawah tergerus air bah,”bebernya.

BACA JUGA :
Kabid Gedung dan Sarana Disdikpora Badung Meninggal Dunia
Sejak April 2020-Juli 2021, RSUP Sanglah Rawat 225 Ibu Hamil Dengan Covid-19

Kondisi tersebut, kata dia, tentu saja membuat masyarakat setempat was-was dan membahayakan pengendara. Bila dilewati kendaraan bermotor jembatan bergoyang cukup keras. “Kondisi jembatan sudah sangat membahayakan. Kami minta agar pengendara dari arah  Tegalalang maupun dari arah Tambahan  menuju Kota Bangli agar putar balik,” tegasnya.

Sementara Kadis PU Bangli I Wayan Suastika saat dikonfirmasi terpisah menyebutkan untuk perbaikan jalan Tambahan –Tegalalang yang jebol beberapa bulan lalu, sejatinya pihaknya telah mengusulkan ke Gubernur Bali bersama  Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Dikatakan, saat diterima  di RJ Bupati, Gubernur sudah siap membantu dalam anggaran perubahan tahun ini. “Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi dari Dinas PU Bali,” bebernya.

Disebutkan, pada kesempatan itu pihaknya bersama Bupati mengajukan anggaran Rp 11 miliar untuk perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak akibat bencana alam. Salah satunya, adalah perbaikan jalan penghubung Tegalalang dengan Tambahan, Jehem, Tembuku. Selain itu, pihaknya juga mengajukan anggaran ke pusat melalui BPBD.

“Untuk perbaikan jalan Tegalalang-Tambahan kita juga mengajukan anggaran perbaikan ke pusat,”papar dia.  Sesuai analisa, diperkirakan perbaikan jalan Tegalalang-Tambahan membutuhkan anggaran Rp 1,2 miliar. “Sesuai rencana, untuk gorong-gorong juga akan kita tambah dari sebelumya, yang ada cuma satu,” tandasnya. Hal itu dilakukan, lantaran penyebab jebolnya jalan tersebut lantaran minimnya gorong-gorong dibawah jalan itu sehingga rawan tersumbat dan menyebabkan volume air hujan meluap. (ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Giri Prasta Ikuti Rapat Paripurna DPRD Badung, Tetap Berkomitmen Berikan Kesejahteraan dan Kebahagiaan Masyarakat

Jum Agu 20 , 2021
MANGUPURA-fajarbali.com l Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengungkapkan proses penyusunan RKPD perubahan, rancangan KUPA dan PPAS perubahan, rancangan perubahan APBD maupun rancangan perubahan penjabaran APBD Badung tahun anggaran 2021 masih dihadapkan pada kondisi pandemi Covid-19 yang menimbulkan dampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi, terutama pada sektor pariwisata yang menjadi andalan pemasukan pendapatan […]