GIANYAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Guna meminimalkan penyebaran rabies, Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar melakukan vaksinasi total anjing di empat desa yang ditemui kasus positif rabies sepanjang 2020. Desa itu adalah Desa Sebatu dan Taro, Tegallalang.
Desa Medahan dan Buruan, Blahbatuh. Di keempat desa tersebut sudah ditemukan kasus anjing yang mengigit manusia, ternyata hasil lab menunjukkan positif rabies.
Diungkapkan, kasus paling terakhir terjadi di Banjar Tatag, Desa Taro, Tegallalang, Maret lalu. Kini, seluruh anjing di desa tersebut sedang dilakukan vaksinasi.Hal itu diungkapkan Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Dinas Pertanian Gianyar I Made Santiarka di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2020). Lebih lanjut Santiarka mengungkapkan, untuk tiga desa, yakni Desa Sebatu, Desa Medahan dan Desa Buruan sudah dilakukan vaksinasi total anjing di desa bersangkutan. “Sekarang tim kami sedang melakukan vaksinasi di Desa Taro,” ujarnya.
Dijelaskan, jika selesai melakukan vaksinasi di Desa Taro, pihaknya akan melakukan vaksinasi di desa-desa yang masuk zona merah. Di mana, desa tersebut tahun-tahun sebelumnya sudah pernah ada kasus anjing positif rabies.
Dinas Pertanian dan Peternakan menyebutkan kasus rabies masih menghatui masyarakat. Hal ini ditandai setiap tahun selalu saja ada kasus gigitan anjing positif rabies. Tahun 2019, terjadi kasus positif di Gianyar sebanyak 21 kasus. Tahun ini sampai Juni, sudah ada 4 kasus positif rabies. Dan, setiap tahun Gianyar nyaris tidak pernah nihil kasus rabies. Karena itu, pihaknya menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati. Memelihara anjing dengan baik, dengan memperhatikan kesehatan anjing piaraan. “Mestinya anjing jangan diliarkan. Dan jangan membeli anjing-anjing dari daerah zona merah rabies,” harapnya.










