Diduga Masalah Keluarga, Pelajar Bundir di Jembatan Tukad Bangkung

u6-IMG_20260102_172132
JEMBATAN BANGKUNG-Personel gabungan mengevakuasi jasad korban dari bawah jembatan Tukad Bangkung, Banjar/Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, pada Jumat 2 Januari 2026 pagi.
PETANG -fajarbali.com |Bunuh diri (bundir) atau ulah pati kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung perbatasan antara Br. Pelaga dan Belok/Sidan Kec. Petang, Kabupaten Badung, pada Jumat 2 Januari 2026 sekitar pukul 06.32 Wita. Korban kali ini seorang pelajar laki laki berinisial MKA (21) tinggal di Br. Kerta Sari, Kel. Panjer, Kec. Denpasar Selatan.
 
Sebelum meloncat dari atas jembatan, korban yang mengenakan kemeja warna merah dengan motif kotak-kotak serta menggunakan mantel celana berwarna hijau toska tersebut sempat menghubungi keluarganya dan minta maaf atas masalah yang dihadapinya. 
 
Penemuan jenazah korban berawal dari laporan warga yang melintas kepada personel Satpol PP bernama I Made Derik Yasnawan. Saksi Yasnawan menceritakan sedang bertugas menjaga rumah wakil gubernur (Wagub) Bali. Tiba tiba didatangi seorang warga dan menyampaikan bahwa ada sebuah sepeda motor terpakir di atas jembatan tanpa pemilik. 
 
Atas laporan itu, saksi langsung bergegas ke lokasi dan menemukan sebuah sepeda motor Merk Yamaha Lexy berwarna biru tanpa plat nomor kendaraan dengan kunci masih menyantol serta terdapat tas berserta helm berada di atas motor. 
 
"Saksi curiga karena biasanya orang yang menaruh sepeda dekat jembatan akan melakukan bunuh diri. Saksi kemudian melaporkan penemuan motor itu dengan menghubungi Polsek Petang," jelas PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, pada Jumat 2 Januari 2026. 
 
Aparat Polsek Petang bergerak mendatangi lokasi. Selanjutnya, skitar pukul 07.20 Wita, petugas dibantu masyarakat turun ke bawah jembatan melakukan upaya pencarian. 
 
"Kurang lebih sekitar 31 menit dilakukan pencarian, petugas menemukan tubuh korban di sebelah selatan jembatan dan sudah dalam meninggal dunia," ungkap Aiptu Ayu. 
 
Setelah jasad ditemukan, personel Polsek Petang bersama anggota TNI dari Koramil 1611-06 Petang, dan Tim SAR Brimob Batalyon B Mengwi berupaya melakukan evakuasi jenazah korban dari bawah jembatan. Selanjutnya sekitar pukul 10.15 Wita, jenazah korban berhasil dibawa menuju ke atas jembatan.
 
Sementara itu, dari hasil identifikasi Polres Badung, korban mengalami kondisi tangan kanan dan bagian badan terdapat luka lecet. Terdapat bekas benturan pada kepala belakang bagian kanan. Dari hidung dan telinga mengeluarkan darah. Kemudian dari kemaluan mengeluarkan cairan. 
 
"Korban diperkirakan terjatuh dari ketinggian kurang lebih 60 meter. Jasad korban dibawa RSD Mangusada Kapal Badung menggunakan mobil ambulans PMI Kabupaten Badung untuk autopsi lebih lanjut," terangnya. 
 
Aiptu Inastuti menerangkan, di lokasi atas jembatan ditemukan sejumlah barang berupa, satu unit sepeda motor merk Yamaha Lexy berwarna biru tanpa plat nomor kendaraan, satu buah plat di bawah jok motor dengan nopol DK 2115 AEX. 
 
Selain itu, juga ditemukan satu buah tas, satu buah helm, satu handphone berwarna hitam, satu buah powerbank warna putih lengkap dengan kabel, sebuah dompet berisi uang tunai sejumlah Rp 235.000 beserta kelengkapan identitas, sebuah mantel serta satu pasang sandal. 
 
Sementara di ponsel korban, petugas menemukan pesan whatsapp korban berisi ungkapan minta maaf kepada kedua orang tuanya. 
 
"Motifnya masih didalami namun berdasarkan isi pesan whatsapp korban dengan orang tua diduga ada permasalahan keluarga," pungkas Aiptu Inastuti. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top