Di Tangan Nesa Wijaya, Skarisba Lebih Milenial

Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada menyerahkan SK kepada I Gede Ari Nesa Wijaya, SH., MH.

MANGUPURA – fajarbali.com | SMK PGRI 1 Badung (Skarisba) kini punya nahkoda baru. Ia adalah I Gede Ari Nesa Wijaya, SH., MH. Pria 35 tahun yang karib disapa Tu De ini dilantik dan dikukuhkan secara resmi menjabat Kepala Skarisba, Selasa (16/8/2022) oleh Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, di sekolah setempat.

Dunia pendidikan sudah tidak asing lagi bagi Tu De. Ia lahir dari pasangan pendidik; Dr. Drs. I Made Gede Putra Wijaya, SH., M.Si., dengan Dra. Ni Made Yuliastri, M.Pd. Sang ayah berprofesi sebagai dosen sekaligus dilabeli tokoh pendidikan, sedangkan ibunya guru di SMAN 1 Kuta Utara.

Dikonfirmasi usai pelantikan, Tu De mengaku siap menerima tongkat estafet menggantikan Putra Wijaya yang telah 32 tahun mengabdikan segenap jiwa dan raganya untuk Skarisba.

Kerja keras Putra Wijaya selaku pendiri Skarisba sejak tahun 1990 akan dibayar melalui kerja keras, cerdas dan tuntas. Dengan segala fasilitas yang dimiliki, Tu De tinggal menggebrak berbagai inovasi agar Skarisba lebih milenial, menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Meski tidak mudah, Tu De mengaku bakal memanfaatkan sumber daya yang ada, terutama menggenjot promosi di media mainstream dan media sosial.

“Saya telah belajar banyak dari bapak (Putra Wijaya – red) dan guru-guru senior di sini beberapa tahun agar saya menguasai ritme kerja sebagai pimpinan sekolah. Saya akan terus meminta bimbingan dari mentor,” kata Tu De.

I Gede Ari Nesa Wijaya bersama keluarga kecilnya.

Melanjutkan dan mempertahankan, menurut Tu De, jauh lebih menantang dari pada memulai. Sehingga dalam kepemimpinannya ke depan, pertama yang dilakukan adalah evaluasi.

“Apa-apa yang sudah bagus dari kepemimpinan sebelumnya tentu kita lanjutkan. Dan kekurangannya kita perbaiki,” imbuhnya.

Ia pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah memercayakan dirinya sebagai Kepala Skarisba. “Mari kita berkolaborasi menjaga eksistensi sekolah yang kita cintai ini,” ajaknya.

Lebih lanjut, Tu De mengaku, berkecimpung di dunia pendidikan adalah panggilan hati untuk meneruskan cita-cita luhur orangtuanya membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi anak-anak dari lingkungan sekitar.

Komitmen tersebut merupakan bentuk lain dari sisi kepahlawanan yang diwarisi dari sang kakek. “Bentuk perjuangan pascakemerdekaan tentu tidak lagi berperang melawan penjajah, melainkan menumpas kebodohan dengan memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak bangsa,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Putra Wijaya menganggap Tu De sudah pantas menggantikan dirinya yang sudah “kepala enam”. Dari sisi kemampuan, putra sulungnya itu juga disebut layak karena telah berpengalaman memimpin sejumlah organisasi di skub komunitasnya.

Sebagai anak muda yang sedang energik, tentu Putra Wijaya berharap Skarisba semakin maju, berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat. Apalagi Tu De dikenal pandai bergaul serta punya jaringan luas.

“Saya sudah 32 tahun memimpin, bahkan mulai dari merintis. Dari tidak punya gedung, pinjam SD sana-sini, hingga jadilah sampai sekarang. Bangunan megah, lengkap dengan hotel,” kenangnya.

Tongkat estafet, menurut Putra Wijaya, sudah tepat dilakukan sekarang agar tidak kelabakan jika suatu saat nanti dirinya sudah tidak mampu lagi memimpin seiring usia yang menyenja.

Turut hadir dalam kesempatan itu, seluruh pengurus dan pengawas YPLP PGRI se-Bali, kepala-kepala sekolah PGRI, Bendesa Adat Gerih, Perbekel Desa Abiansemal, Kelian Dinas dan Kelian Adat Banjar Dirgahayu dan Kelian Adat Banjar Purwekerta Desa Adat Gerih. (Gde)

Next Post

Edukasi Dini di Tingkat PAUD, Kunci Keberhasilan Desa Mayong Zero Stunting

Sel Agu 16 , 2022
Masyarakat Desa Mayong, Seririt, Buleleng, mengikuti screning kesehatan di sela Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus Provinsi Bali, Senin (15/8). SINGARAJA – fajarbali.com | Kecamatan Seririt menjadi penyumbang prevalensi stunting tertinggi di Kabupaten Buleleng yang saat ini menyentuh angka delapan persen berdasarkan Survei Status Gisi Indonesia (SSGI) tahun 2021. […]
BKKBN 1-e2fecb18