Desa Bebandem Berharap Bantuan Pengelolaan Sampah

AMLAPURA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sampah terutama sampah plastik harus menjadi perhatian semua pihak, apalagi dengan diterbitkanya Perda Bali tentang sampah plastik menjadi harapan berkurangnya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, selain merubah prilaku masyarakat, harus dibarengi dengan penyiapan pengelolaan sampah ke desa-desa. 

 

 

Perbekel Desa Bebandem, I Gede Partadana, Minggu (16/2/2020) , mengatakan, Desa Bebandem sangat berharap memiliki pengelolaan sampah. Bahkan, wacana itu telah berlangsung sejak dua tahun lalu. Hanya saja, terbentur oleh ketersediaan lahan dan peralatan. "Saat ini desa dinas sedang  membangun sinergisitas dengan pemda, desa adat dan pengelola pasar dalam menata kelola sampah pasar dan sampah rumah tangga," ujar Gede Partadana.

 

Namun, upaya pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPSP) masih terkendala lahan. Desa Bebandem, kata Partadana,sudah sejak 2 tahun mencari lahan dan selalu terbentur ketidaksetujuan warga penyanding. "Di desa Babandem ada tanah Pemprov, lokasinya di hulu desa Bebandem, namun banyak pemukiman," ujarnya lagi. 

 

Keberadaan tanah milik pemprov Bali itu, kata Partadana, dapat dipergunakan sebagai lokasi pembangunan TPSP. Kalau pun misalnya berada di luar Desa Dinas, katanya lagi, sangat beharap sekali bisa dipergunakan tentunya dengan sistem kerjasama. "Harapanya kalau pun ada di wilayah desa lain dan kita pakai pola kerjasama," ujarnya. 

 

Partadana juga berharap, Gubernur Bali memberikan bantuan mesin pengelolaan sampah selain juga lahan lokasi TPSP. Dengan itu, persoalan sampah di Desa Bebandem dapat tertangani dengan baik. "Sekalian ke depannya bisa dibantu mesin pengolah oleh bapak Gubernur, selanjutnya desa Dinas mengelolanya," harap Gede Partadana. (bud).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top