DED Jembatan Lembongan-Ceningan Mulai Dibahas, Dirancang Miliki Panjang 190 Meter

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat menggelar rapat terkait Perencanaan Teknik Jembatan (DED) Ceningan-Lembongan di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung.

SEMARAPURA- fajarbali.com I Setelah Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung rampung, kini pemda fokus merealisasikan infrastruktur penunjangnya. Tak hanya jalan lingkar Ceningan, pembangunan jembatan penghubung Nusa Lembongan-Nusa Ceningan juga dikebut. Perencanaan Teknik Jembatan (DED) tersebut mulai dibahas melalui rapat yang digelar di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (21/11).

 

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, I Wayan Putu Suarjana yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan, pembangunan jembatan ini sangat penting untuk membantu akomodasi mobilisasi transportasi roda empat antara Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Mengingat sebelumnya, kedua pulau tersebut hanya dihubungkan dengan jembatan yang terkenal dengan nama Jembatan Kuning. Yang mana, hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Sedangkan kendaraan roda empat, tidak dapat melintas.

 

Sesuai perencanaan yang dipaparkan di hadapan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, jembatan yang akan dibangun memiliki panjang 190 Meter, dengan lebar 9,1 meter. Pengerjaannga akan didanai malalui APBN. Tak hanya dapat dilalui kendaraan roda empat, jembatan tersebut juga direncanakan akan dilengkapi akses trotoar untuk para pejalan kaki.

 

“Saya berharap nanti di sepanjang jembatan dilengkapi lampu penerangan jalan. Hal ini untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan saat melintas di jembatan tersebut,” harap Bupati Suwirta dalam rapat yang turut dihadiri Kepala Baperlitbang Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman I Made Jati Laksana.

 

Selain rencana pembangunan jembatan,  pembangunan jalan lingkar Ceningan juga saat ini sedang dimatangkan. Menurut Bupati Suwirta, dengan turunnya tim dari Dinas PUPR Kabupaten dan Provinsi Bali dalam rangka finalisasi rencana pembangunan jembatan, maka otomatis di dalamnya juga menjadi satu kesatuan dengan pembangunan akses jalan dari pelabuhan menuju jembatan. Bupati Suwirta sangat berharap, akses jalan tersebut segera dapat terwujud.

 

“Kalau tidak ada akases jalan, pelabuhan masih tetap bisa beroperasi. Cuma kan tidak nyaman, pelabuhannya sudah besar. Tapi penumpang yang turun di pelabuhan hendak Ke lembongan kan tetap lewat jembatan. Itu perlu jalan lebar agar tidak terjadi kekroditan,” ungkapnya beberapa waktu lalu usai membahas Ranperda Kabupaten Klungkung tentang APBD Tahun Anggaran 2023 di gedung DPRD Klungkung. W-019

 

 

 

 Save as PDF

Ida bagus Sudarsana

Next Post

Implementasikan Teknologi Berbasis Digital dan Bioflok Budidaya Lele, Fokus Kelompok 3 KAT UNR

Sel Nov 22 , 2022
Permasalahan yang sangat mendasar dalam budidaya ikan lele yang dilakukan peternak ikan lele adalah penggunaan air yang banyak dan air buangan hasil budidaya yang dibuang ke lingkungan yang banyak mengandung amoniak dan nitrogen sebagai hasil perombakan protein dan asam amino dari sisa pakan dan feses ikan lele.
KLP 3 Kat-f71d2cb0

Berita Lainnya