Datangi Lokasi Banjir Bandang, Kariyasa Soroti Alih Fungsi Lahan

sip
Anggota DPR RI Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana

BULELENG-fajarbali.com | Banjir bandang yang terjadi di Desa Banjar, Kecamatan Banjar rupanya menjadi peratian dari Anggota DPR RI Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana. Sebagai bukti, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu mendatangi Lokasi bencana, Minggu (8/3/2026) siang.

Menurut Kariyasa bencana yang terjadi merupakan sebab alih fungsi lahan yang belakangan ini marak dilakukan utamanya yang ada di daerah hulu sehingga hujan sedikit terjadi bencana.

“Selain faktor cuaca ekstrem, perubahan tutupan lahan di kawasan hulu dinilai perlu dikaji sebagai salah satu penyebab terjadinya bencana,”katanya.

Kariyasa yang merupakan Anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi kebencanaan dan social, melihat langsung kondisi warga serta penanganan darurat di lapangan. Ia mengaku prihatin dan menyampaikan duka cita atas bencana yang menimbulkan korban jiwa serta kerusakan rumah warga tersebut.

“Adanya peristiwa ini kami merasa prihatin serta dukacita yang mendalam atas bencana yang terjadi di Kabuoaten Buleleng. Kalau kami lihat data sejak 2002, intensitas dan kuantitas bencana semakin tinggi. Bahkan Denpasar yang dulu tidak pernah banjir, beberapa tahun terakhir juga mengalami banjir dan bahkan dengan sangat besar. Hal itu menjadi heran terkait bencana yang terjadi,”sorot politisi asal Desa Busungbiu itu.

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial RI ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mempercepat penanganan korban terdampak bencana.

“Adanya bencana ini kami terus melakukan koordinasi terhadap pihak BPBD terkait sehingga proses pencarian serta pembersihan terhadap rumah warga yang terdampak sehingga semua cepat puluh,”harapnya.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial memiliki sejumlah skema bantuan bagi korban bencana. Di antaranya santunan Rp15 juta bagi korban meninggal dunia, hampir Rp10 juta bagi korban yang dirawat di rumah sakit, serta Rp5 juta bagi korban terdampak lainnya. @gus

BACA JUGA:  Ditahun Ini, Belasan Desa Bakal Pilkel

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top