“DASHAT” Abhipraya Kota Denpasar Diluncurkan, Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Stunting

IMG-20260818-WA0023
Peluncuran Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Abhipraya Kota Denpasar, Senin (18/8/2026). [foto: dok/ist]

DENPASAR-fajarbali.com | Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS, menghadiri Launching Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Abhipraya yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) berupa dukungan nutrisi bagi 8 anak berisiko stunting serta demo pengolahan menu makanan bergizi, Selasa (18/8), bertempat di Rumah Singgah Kula Abhipraya Kota Denpasar. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Posyandu Kota Denpasar, Ketua GOW Kota Denpasar, Plt. Kepala Dinas PPPAP2KB Kota Denpasar, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Denpasar, serta jajaran OPD terkait. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemenuhan gizi dan pencegahan stunting melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS, menyampaikan dukungannya terhadap hadirnya DASHAT Abhipraya sebagai langkah nyata dalam memperkuat pencegahan stunting di Kota Denpasar. Ia menilai dukungan orang tua asuh dan masyarakat sangat penting untuk memastikan keluarga yang membutuhkan memperoleh perhatian serta pendampingan secara berkelanjutan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar yang juga selaku Ketua Tim Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menilai Rumah Kula Abhipraya hadir sebagai wujud kepedulian Kota Denpasar dalam mengintegrasikan layanan dasar bagi keluarga.

Sementara itu, Ketua KADIN Kota Denpasar, I Putu Arnawa turut menegaskan komitmen dunia usaha untuk mendukung pencegahan stunting melalui bantuan gizi, kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan keluarga. 

Upaya ini sejalan dengan tujuan kegiatan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, keterampilan pengolahan makanan bergizi, serta partisipasi dunia usaha dalam mendukung anak berisiko stunting.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas PPPAP2KB Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, SS., M.H, menyatakan Dapur Abhipraya merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan dukungan kemitraan. 

BACA JUGA:  SHARP Peduli Korban Banjir, Fokus Kesehatan Balita hingga Servis Elektronik Gratis

Menurutnya, Rumah Kula Abhipraya tidak hanya diarahkan sebagai tempat pemenuhan kebutuhan gizi balita, anak stunting, dan ibu hamil, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pembelajaran pengolahan makanan bergizi secara rutin.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pemeriksaan kesehatan balita, demo memasak oleh Poltekkes Kemenkes Denpasar, pembagian hasil olahan makanan, serta penyerahan bantuan kepada anak berisiko stunting.

Program GENTING juga memperkuat pola pendampingan melalui keterlibatan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Denpasar sebagai orang tua asuh, dengan dukungan nutrisi yang diberikan secara berkelanjutan selama enam bulan.

Kehadiran DASHAT Abhipraya diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dalam pencegahan stunting di Kota Denpasar. Melalui sinergi pemerintah, PKK, tenaga kesehatan, dunia usaha, keluarga, kader, dan masyarakat. 

Pemenuhan gizi tidak hanya dilakukan melalui bantuan, tetapi juga melalui edukasi dan pemberdayaan agar keluarga semakin mandiri dalam memastikan tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal. [gde/rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top