Dampak Pandemi Covid-19, Kunjungan Ke Monumen Bajra Sandi Merosot

DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Akibat mewabahnya Covid-19 yang semakin meluas, hal ini sangat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, serta berpengaruh besar di sektor ekonomi dan pariwisata khususnya di Bali.

Dampak dari pandemi ini juga membuat objek wisata Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi Renon, Denpasar sempat ditutup bagi pengunjung sejak bulan Maret 2020 lalu. Berbagai ivent yang biasanya berlangsung di tempat tersebut pun batal digelar.

 

Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi Renon, Denpasar, Putu Suka Redaya, Rabu (22/7/2020) mengungkapkan, selama penutupan berlangsung dilakukan upaya sterilisasi terhadap area lapangan dan monumen Bajra Sandi, baik outdoor maupun indoor. Namun, sejak dibukanya tatanan kehidupan era baru atau new normal oleh Gubernur Bali pada tanggal 9 Juli 2020 yang lalu, pengelola objek wisata Monumen Bajra Sandi sudah membuka kembali pelayanan publik khususnya untuk masyarakat lokal, tetapi masih bertahap dan terbatas.

 

"Persiapan kami dalam hal menerapkan protokol kesehatan menuju era baru ini, kami sudah menyiapkan 13 buah tempat cuci tangan (wastafel) di area lapangan Bajra Sandi, kemudian memberikan edukasi kepada petugas apabila ada pengunjung yang datang, jadi kita arahkan pengujung untuk mencuci tangan terlebih dahulu kemudian mengukur suhu tubuh dan mengarahkan untuk membeli tiket," jelasnya.

 

Suka Redaya menyatakan, apabila ada pengunjung yang sifatnya rombongan ingin berkunjung ke dalam monumen, maka akan dibatasi untuk masuknya, terutama di ruang biorama. Hal ini dikarenakan ruangan tersebut tertutup. Sesuai dengan protokol kesehatan maka yang diperbolehkan masuk maksimal hanya 25 orang. Jika lebih, maka masuknya diatur secara bergiliran. Apabila sifatnya pribadi atau perorangan maka diberikan akses masuk secara normal.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top