Angkat Tema “Sakatilinganing Ambek”, Sanggar Seni Asti Pradnyaswari Wakili Badung Pada Lomba Taman Penasar
Tema “Sakatilinganing Ambek” memiliki makna, fokus dalam pemikiran untuk mendukung program pemerintah.
Tema “Sakatilinganing Ambek” memiliki makna, fokus dalam pemikiran untuk mendukung program pemerintah.
Pada Tari Janger tradisi kali ini, menampilkan garapan yang apik dengan tradisi yang kuat namun dengan tetap menonjolkan sisi modern saat ini.
“Kami sangat mendukung dan mensuport Polda Bali agar tegak lurus, sehingga proses pra peradilan ini dapat berjalan tanpa adanya tekanan-tekanan / intervensi dari pihak lain dan betul-betul terlaksana dengan baik tanpa ada unsur-unsur yang menekan keputusan pra peradilan ini,” ungkapnya
Hingga saat ini kesenian Barong masih tetap dilestarikan, utamanya terbukti di Kabupaten Badung terdapat banyak komunitas, sekaa atau pemaksan yang menekuni kesenian Barong, seperti di daerah desa Buduk yang mensakralkan Barong sebagai sesuhunan.
Pada lomba masatua Bali ini, kabupaten Badung mengirimkan perwakilan sebanyak 2 orang, untuk kategori lanang (laki-laki) dewasa.
Pelatihan yang digelar di Kantor Camat Abiansemal, Selasa (20/6) ini diikuti oleh 55 peserta dari 12 desa di Kecamatan Abiansemal.
Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa mengucapkan terimakasih kepada Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, karena telah menjadikan Pemerintah Kabupaten Badung sebagai lokus kunjungan Study Lapangan (Stula)
Adapun cerita yang diangkat pada pagelaran Topeng Bondres ini menceritakan, ritual sejarah awal mula keberadaan Pura Batu Bolong, Desa Canggu, Badung.
Karya ini tidak hanya diikuti warga pande di wilayah Kabupaten Badung saja, namun ada pula dari Tabanan, Gianyar dan Jembrana.
Penampilan duta Kabupaten Badung dengan garapan yang sangat apik ini, tampil memukau di hadapan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, yang didampingi Gubernur Bali Wayan Koster.