Bupati Mahayasyra Letakkan Batu Pertama Pembangunan TPS3R di Bonjaka, Ditargetkan Sebanyak 17 TPS3R di Tahun 2021

GIANYAR-fajarbali.com | Bupati Gianyar, I Made Mahayastra meletakkan batu pertama untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reuse, Reduce dan Recyle (TPS 3R), Senin (14/6/2021) di Desa Adat Bonjaka, Desa Sebatu Tegalalang Gianyar. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Gianyar dalam kesempatan tersebut menuturkan masalah sampah merupakan masalah yang dihadapi semua daerah, baik daerah yang sudah maju maupun belum maju.

“Sampah itu tidak boleh dikumpulkan di kota, kalau selama ini semua sampah-sampah desa dikumpulkan dibawa ke kota. Di sana sampah hanya dikumpulkan tanpa pengolahan yang maksimal artinya tidak diolah hanya dibuang saja. Memang menggunakan sistem sanitary landfill tapi tidak bagus. Sehingga seberapa besar pun lahan yang kita buat tidak akan pernah cukup untuk menampung sampah, sehingga sekarang dengan pengelolaan sampah berbasis sumber ini yang akan menyelesaikan permasalahan,” tutur Mahayastra.

Baca Juga :
Kapolda Bali Instruksikan Jajaran Kapolres Berantas Premanisme
Selama Tiga Hari, Kodam IX/Udayana Vaksinasi Covid-19 Massal di Bali Nusra

Bupati Mahayastra menargetkan tahun 2021 akan berdiri 17 TPS 3R di Gianyar.

“Momentum ini saya gunakan sebagai bupati untuk bagaimana secepatnya permasalahan sampah ini bisa berkurang dan bisa kita selesaikan 17 TPS3R, itu janji saya kepada Pak Gubernur untuk diselesaikan tahun ini dan tahun 2022 kita tuntaskan 35 sampai 40 TPS 3R,” imbuhnya.

Untuk mencapai targetnya, Mahayastra kini sedang mendata tanah yang dimiliki provinsi, kabupaten atau desa adat yang dapat digunakan untuk TPS3R.

“Tanah sudah kita daftar di mana ada tanah provinsi, kabupaten dan tanah desa. Kalau tanahnya sudah ada, anggarannya sebenarnya kecil hanya lima ratus juta rupiah untuk satu TPS 3R dan bahkan di atas itu kita masih mampu. Kedua adalah kesiapan, karena jika kita paksakan akan terbengkalai, tidak akan bisa jalan. Artinya  siap tidak masyarakatnya mengelola,” tegasnya.

TPS3R Desa Sebatu akan dibangun di atas lahan seluas 19 are milik Desa Adat Bonjaka. Acara peletakan batu pertama pembangunan TPS3R juga dirangkai dengan pengukuhan Kader Kesehatan Lingkungan serta pemberian bantuan kursi roda, PMT bagi Balita dan ibu hamil berisiko tinggi serta pemberian sembako kepada lansia. (sar)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Motivasi dan Inovasi Kunci Keberhasilan UMKM di masa Pandemi

Sel Jun 15 , 2021
Denpasar-fajarbali.com | Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan cukup penting bagi perekonomian nasional. Namun, di saat pandemi seperti sekarang ini, tidak sedikit UMKM yang mengalami penurunan omzet dan penjualan. Hal ini juga dialami hampir merata di semua pelaku UMKM Indonesia kala pandemi menerjang.  Save as PDF

Berita Lainnya