Bupati Bersama Komisi III DPRD Inspeksi Pelaksanaan Tiga Mega Proyek Di Kota Bangli

BANGLI-fajarbali.com | Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Ketua Komisi III DPRD Bangli I Made Natis serta tim pembangunan di Kabupaten Bangli, Jumat (27/8/2021) melakukan Inspeksi di tiga lokasi mega proyek di Kabupaten Bangli, yakni Penataan Alun-alun Kota Bangli, Pembangunan Gedung DPRD Bangli dan Rehab Gedung BMB Kantor Bupati Bangli. Pada kesempatan itu turut serta Wabup Bangli I Wayan Diar dan  Kajari Bangli, Eri Syarifah.


Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan pihaknya bersama Wakil Bupati, Kajari Bangli dan Ketua Komisi III DPRD Bangli melakukan inspeksi di tiga kegiatan strategis Kabupaten Bangli yaitu Penataan alun-alun kota Bangli, pembangunan Gedung DPRD dan rehab gedung BMB Kantor Bupati Bangli.

“Berdasarkan keterangan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan perencanaan, progres sudah sesuai harapan, bahkan sudah plus satu persen,”katanya.

Dengan progress tersebut, Sedana Arta, mengaku  optimis ketiga proyek selesai di pertengahan bulan Desember.

Baca juga :
Sempat Terdengar Letupan, Rumah Warga Sekaan Ludes Terbakar
MPR Dorong Pers Gelorakan Empat Pilar Kebangsaan

“Secara umum semua proyek dalam kondisi on progres, dan semua teman-teman tim dari PPK yang didukung dari tim PU yang memang sudah disiapkan dari awal dengan pendampingan pihak Kejaksaan Negeri Bangli,”katanya.

Sedana Arta lanjut menyampaikan untuk semua pembangunan strategis ini wajib dianggarkan dan didanai pada anggaran induk tahun 2022. Pasalnya anggaran tahun 2021  belum mencapai 100 persen.

“Anggaran induk TA 2022 akan dianggarkan kembali, sehingga nantinya pembangunan gedung DPRD dan perehaban Gedung BMB ini bisa rampung bersamaan,” pungkasnya. (ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Tingkat Keterisian Tempat Isoter di Buleleng Menurun 30 Persen Lebih

Ming Sep 5 , 2021
SINGARAJA-fajarbali.com | Tingkat keterisian di tiga lokasi isolasi terpusat (isoter) di Kabupaten Buleleng, Bali menurun. Jumlah pasien yang menempati tempat isoter menurun sebanyak 30 sampai 40 persen.