Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, BBPOM Sidak Makanan Takjil Untuk Buka Puasa

15 Views

AMLAPURA-fajarbali.com | Untuk melindungi kesehatan dari produk tangan olahan yang tak memenuhi ketentuan, khususnya saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Balai Besar Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) Bali gelar inspeksi  mendadak (sidak) makanan takjil buka puasa di Karangasem, pada Jumat  (7/5/2021) lalu.


Sidak yang digelar sore hari itu untuk memastikan kondisi makanan, bebas dari bahan pengawet yang dilarang BPOM. Sidak makanan takjil buka puasa sendiri menyasar sejumlah makanan olahan seperti kolak pink, lapis pink, gula es, tahu, ikan goreng, pepes pindang, bakso, krupuk, puding, rengginang,  mutiara, dan bumbu pelecing. Selain itu, petugas BBPOM ini juga mengambil sejumlah sample makanan untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sidak makanan ini difokuskaan terhadap takjil, ada 22 sampel makanan yang diambil untuk diperiksa,” ujar Kepala BPOM Bali, Ni G.A.N Suarningsih.

Baca Juga :
Desa Kertha Mandala, Berharap Program Penanggulangan Dampak Covid-19
Peduli Lingkungan, Wakil Ketua DPRD Bangli Perkenalkan Eco Enzyme

Dari 22 sampel makanan yang  diambil, kata  Ni G.A.N Suarningsih, setelah diperiksa semuanya negative, artinya makanan olahan itu aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. BPOM pun, akan terus melakukan sidak selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri ini untuk melindungi kesehatan  dari produk tangan olahan yang tak memenuhi ketentuan.

“Khusus di Ramadhan dan Idul Fitri, BBPOM akan melaksanakan intensifikasi pengawasan terhadap makanan olahan,”ucapnya lagi.

Sidak yang digelar sebutnya, Pihaknya juga melibatkan Dinas Kesehatan Karangasem,dan  Dinas Perindustrian, Perdagangan Kabupaten Karangasem, serta dari Dinas Ketahanan Pangan Karangasem. Seandainya dalam sidak ditemukan ada pelanggaran, BPOM akan segera menindaklanjuti sesuai ketentuan ada.

Selain itu, BPOM akan terus mengawal keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat dengan melakukan pengawasan rutin meenjelang Hari Raya. Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, seerta Edukasi ke masyarakat terkait cara ritel pangan yang baik.

“Selain Pelatihan pengujian bahan berbahaya di Desa, kami juga akan melakukan pendampingan kepada UMKM dan pelaku usaha agar senantiasa dilakukan supaya menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing,” ucapnya lagi. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Anjing Ngamuk, Gigit Belasan Warga di Pegending, Dibuang ke Jurang, Distan Gagal Ambil Sampel

Sel Mei 11 , 2021
15 ViewsSEMARAPURA-fajarbali.com | Kurang dari sebulan setelah kasus gigitan anjing di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung kini kejadian serupa kembali terulang di Lingkungan Pegending, Keluarahan Semarapura Kauh, Minggu (9/5/2021).