Buku 100 Anak Tambang Indonesia Raih 2 Rekor MURI

JAKARTA-fajarbali.com | Ketika pasar buku Indonesia anjlok hingga 80% akibat hantaman pandemi Covid-19, buku 100 Anak Tambang Indonesia (ATI) yang diterbitkan oleh Allsysmedia malah berhasil menyabet dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus.


Demikian diungkapkan oleh salah satu dari 4 Editor dan Inisiator buku ATI, Alwahono, usai melakukan talkshow di sebuah media nasional, 16 Agustus 2021.

“Yang pertama adalah untuk rekor (MURI) sebagai buku yang ditulis pimpinan perusahaan terbanyak, dan kedua rekor untuk perusahaan tambang pembeli buku terbanyak. Pengumuman resminya akan dilaksanakan oleh pihak MURI pada peluncuran buku 17 Agustus 2021 besok,” kata Alwahono.

Dia mengatakan bahwa baru kali inilah terjadi 100 para pemimpin perusahaan tambang di Indonesia, bahkan Dunia bersedia bergotong-royong menulis satu buku yang inspiratif, menceritakan perjalanan hidup mereka masing-masing, dan rahasia mencapai sukses di dunia pertambangan. Tak hanya itu, lanjut Alwahono, 100 penulis buku ini juga adalah orang-orang yang sudah terbukti tahan uji mampu melewati berbagai krisis, termasuk ketika menghadapi ‘badai’ Covid-19.

Baca juga :
Dewan Desak Panggil RSUD Karangasem Untuk Rapat Kerja
Jawab Pertanyaan Komjen Golose, Pelajar SMAN 1 Sukawati Gianyar Dapat Sepeda

“Buku ini juga merupakan kado dan persembahan istimewa 100 Anak Tambang Indonesia untuk bangsa,” ujar Alwahono, yang juga adalah ketua Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI).

Sementara itu, Direktur Utama Allsysmedia, Alexander Mering, mengatakan bahwa sejak pre-order (PO) dibuka sejak dua minggu lalu sampai H-1 launching , buku yang dipesan pembaca mencapai 17.000 eksemplar. 

“Dengan demikian buku 100 ATI adalah buku terlaris sepanjang bulan Agustus 2021, meski pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat naiknya kasus Covid-19,” kata Mering yang juga adalah Editor buku 100 ATI tersebut.  Selain Mering dan Alwahono dua editor lain yang terlibat dalam penulisan buku ini adalah Eko Gunarto dan Nur Iskandar.  

Salah satu kekuatan buku 100 ATI ini kata Mering, selain pada konten, idea dan selling point-nya juga pada teknik penyajiannya. Dimana 100 judul dalam buku disajikan dengan teknik bertutur dan narrative. Seakan-akan 100 orang tambang naik ke panggung bergantian dan menceritakan kisah hidup mereka masing-masing dengan plot yang membuat penasaran, lengkap dengan dialog, emosi dan karakter yang kuat serta konflik yang menegangkan.

“Pokoknya, seperti mendengarkan teman lama datang bercerita. Karenanya buku 100 ATI ini mudah diterima semua kalangan, bahkan anak SMP pun memahaminya,” tambah Mering.

Buku ini tak  hanya mendapat sambutan luas dari praktisi pertambangan, akademisi, generasi milenial,  birokrat, institusi bisnis dan politisi nasional, tetapi juga mendapat apresiasi dari kolumnis, dan jurnalis senior Malaysia, James Ritchie.

“Untuk berpetualang ke dunia tambang di seluruh pelosok Indonesia, Anda tak harus membeli tiket pesawat, meninggalkan anak-istri berbulan-bulan lamanya seperti jaman dulu. Baca saja buku ini, maka jantung anda langsung berpacu kencang, mengikuti petualangan 100 orang dalam buku ini,” ujar James yang pada tahun 2020 lalu dinobatkan negaranya sebagai tokoh wartawan Sarawak. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

HUT Kota Negara ke 126, Bupati Tamba Tunggangi Kuda Putih

Jum Agu 20 , 2021
NEGARA-fajarbali.com | Di masa pandemi Covid-19 ini , ditambah dengan adanya penambahan masa PPKM , Pemkab Jembrana merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Negara ke 126 secara sederhana, Sabtu (15/8).