BNPB Beri Izin Pelaksanaan Liga, Tunggu Hasil Pembahasan Dengan Luhut

DENPASAR–fajarbali.com | Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Pulau Jawa dan Bali membuat berbagai acara yang bersifat kerumunan tidak bisa digelar. Salah satunya penyelenggaraan Liga Sepak Bola di Indonesia atau Liga I. 


Publik banyak yang mempertanyakan kepada pemerintah bagaimana kelanjutan dari liga tersebut. Bahkan banyak pihak yang meminta agar Liga I segera digelar meski tanpa penonton. Pasalnya, Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama lebih 1,5 tahun ini membuat kompetisi sepakbola di Indonesia terhenti untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Terkait hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerbitkan rekomendasi izin untuk pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2021/2022. Kepala BNPB selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen TNI Ganip Warsito saat dikonfirmasi di Halaman Kantor Gubernur Bali, Kamis (19/08/2021) menyatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat izin untuk penyelenggaraan Liga I dan Liga 2. 

Izin tersebut tertuang dalam Surat Nomor B-112/KA.SATGAS/PD.01.02/08/2021 tertanggal 18 Agustus 2021. Meski demikian, dalam surat tersebut ada beberapa hal yang harus dipenuhi.

Baca juga :
Perbaikan Pura Manik Mas Diprediksi Capai Rp1,2 Miliar, Pasca Diterjang Banjir dan Longsor
Bertambah 62 Kasus dan 5 Korban Meninggal, 21 Desa Di Bangli Masuk Zona Merah

Seperti diketahui sebelumnya, PSSI telah mengirimkan surat permohonan rekomendasi untuk melaksanakan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021. Surat dari PSSI itu dikirimkan ke BNPB pada 9 Agustus 2021 lalu.

Menurutnya, sebagai Satgas Penanganan Covid-19 sejatinya sangat menyambut baik dengan langkah lembaga yang menaungi persepakbolaan di Indonesia itu. Yakni pelaksanaan Liga I dan 2 akan berlangsung dari tanggal 27 Agustus 2021 hingga 30 April 2022.

Pada pelaksanaan Liga, BNPB meminta agar sebelum dan selama kompetisi digelar, Protokol kesehatan (Prokes) ketat harus diterapkan. Dimana, para pemain dan official tim harus sudah divaksin dosis kedua dan wajib melakukan test Rapid Antigen/PCR test dengan hasil negatif sehari sebelum kegiatan.

“Tapi yang jelas kalau liga ini dilaksanakan tentunya mengikuti aturan-aturan protokol kesehatan yang sudah ditentukan, contohnya satu, pemain atau tim sudah vaksin dosis lengkap, kemudian sehari sebelum main minimal di swab antigen atau PCR, ini persyaratan mutlak,” ujarnya.

Selanjutnya, Ganip menegaskan bahwa selama pelaksanaan Liga, pertandingan digelar tanpa kehadiran penonton di Stadion. Dan dapat disiarkan atau disebarluaskan secara daring. Selain itu, PSSI juga diminta untuk berkoordinasi dengan kepala daerah atau Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah di tempat penyelenggaraan acara.

Meski demikian, pihaknya tak bisa memastikan kapan kompetisi Liga I dan 2 akan resmi digelar. Pasalnya, masih menunggu hasil pembahasan dengan Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan selaku Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali. Mengingat, pelaksanaan Liga I dan 2 di Pulau Jawa.

“Jadi ini sore ini (kemarin) akan dibahas oleh Menko Marves untuk kepentingan liga ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, PSSI akan menggelar kembali Liga I dan 2 yang sempat dihentikam lantaran adanya Pandemi Covid-19. Format pelaksanaan Liga 1 2021-2022 tidak bergeser dari rencana semula yaitu digelar dalam enam seri dengan pertandingan berlangsung di tiga klaster wilayah Pulau Jawa.

Klaster pertama meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Klaster kedua yaitu Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, lalu klaster ketiga di Jawa Timur.  (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

OPPO Luncurkan Berbagai Teknologi Terbaru Pencitraan Inovatif, Berikan Gambaran Masa Depan Pengembangan Pencitraan Pada Smartphone

Sen Agu 23 , 2021
JAKARTA-fajarbali.com | Hari ini, OPPO melangsungkan acara 2021 OPPO Future Imaging Technology Launch Event. Sepanjang acara yang berlangsung secara daring, OPPO meluncurkan serangkaian terobosan dalam teknologi pencitraan smartphone yang berfokus pada peningkatan sensor, modul, dan algoritma.