Beri Kenyamanan Pedagang dan Pembeli, Seluruh Pasar Rakyat Ditunut Pasang Tirai Plastik

(Last Updated On: )

DENPASAR – fajarbali.com | Para pengelola pasar rakyat diharapkan untuk memasang plastik pembatas di semua los pasar, menyusul akan diberlakukan tatanan normal baru di tengah pademi Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Nyoman Sri Utari mengatakan, semua pasar rakyat di Kota Denpasar harus memasang plastik pembatas. Hal itu guna memberi rasa nyaman dan aman bagi pedagang dan pembeli menjelang penerapan tatanan normal baru. “Pasar rakyat atau pasar tradisional akhir-akhir ini menjadi salah satu kluster penyebaran virus Covid 19. Karena itu semua pengelola pasar wajib mengikuti imbauan ini demi kenyamanan pengunjung dan pedagang,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (2/7/2020) di Denpasar. 

Beberapa pasar rakyat  telah memasang tirai plastik  diantaranya, Pasar Kertha WaringIn Sari Anggabaya, Pasar Penatih, Pasar Sindhu Sanur, , serta Pasar Cokroaminoto. Tirai plastik dipasang guna dapat memberi batas atau membatasi pedagang dan pengunjung untuk kontak langsung. Langkah ini harus diikuti pasar tradisional lainnya.

Upaya itu dilakukan untuk menekan terjadinya transmisi lokal yang banyak terjadi di pasar rakyat. Tercatat ada 50 pasar yang telah diedukasi  untuk menerapkan pemasangan tirai plastik.  “Pemasangan tirai dilakukan mengingat saat ini pedagang masih banyak yang kurang disiplin tidak menggunakan masker ataupun face shield (pelindung wajah). Hal itu menjadi perhatian mengingat sangat rentan terjadi penularan,” ujar Sri Utari. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai menambahkan, berbagai upaya  dilakukan oleh GTPP Denpasar untuk menekan penyebaran covid- 19 di kluster pasar. “Pasar tradisional memang sangat rentan terjadinya penyebaran covid-19, karena intensitas kontak antara pedagang dan pembeli sangat tinggi,  karenanya pemasangan pembatas plastik dapat membantu mengurangi kontak langsung antara pedagang dan pembeli,” ucap Dewa Rai. (Car)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Saat Banyupinaruh, Lakukan Penglukatan Dari Rumah Masyarakat Diimbau Tidak Berduyun-duyun ke Pantai

Kam Jul 2 , 2020
(Last Updated On: )DENPASAR – fajarbali.com | Berkaitan dengan pelaksanaan Hari Suci Banyu Pinaruh yang jatuh setiap enam bulan sekali, masyarakat diimbau untuk tidak berduyun duyun datang ke pantai, melainkan melaksanakan pengelukatan dari rumah masing-masing dengan menggunakan Pengelukatan Suda Mala yang nantinya diberikan kepada masyarakat melalui Bendesa Adat.

Berita Lainnya