Belajar Dari Pandemi, Bali Perlu Dorong Sektor Industri Kreatif dan Pertanian

DENPASAR – fajarbali.com | Di tengah terjangan pandemi Covid-19, Bali mengalami kontraksi ekonomi paling hebat jika dibandingkan daerah lainnya, karena sangat bergantung pada sektor pariwisata. Belajar dari itu, perlu adanya dorongan sektor lainnya sebagai tumpuan perekonomian dalam hal ini industri kreatif dan pertanian menjadi harapan.



Pemerhati ekonomi Dewi Tenty Septi Artiany mengatakan, hal ini perlu dijadikan bahan evaluasi untuk menggenjot sektor alternatif selain pariwisata. Salah satu sektor alternatif yang menurutnya harus digarap lebih serius adalah industri kreatif dan pertanian. Untuk menggairahkan kedua sektor tersebut, ia mendorong pemanfaatan teknologi. “Penerapan teknologi di bidang industri kreatif dan pertanian sangat penting untuk menarik minat generasi muda menekuni sektor ini,” ujarnya, Selasa (15/3/2022).
Dengan demikian, kedepannya ia berharap sektor pertanian dan industri kreatif bisa memberi kontribusi yang sama besar dengan pariwisata. “Jika kedua sektor ini bisa dijadikan lokomotif perekonomian tanpa mengesampingkan sektor pariwisata secara imbang, saya yakin kita tidak akan menghadapi keterpurukan seperti ini,” sebutnya.
Terkait gairah pertanian di tengah pandemi Covid-19, pemerhati pertanian I B Gede Arsana menyatakan, pandemi Covid-19 telah mampu membuat pertanian Bali kembali menggeliat meski belum begitu signifikan. Kini banyak lahan-lahan kosong yang sebelumnya terbengkalai telah dimanfaatkan kembali. Terlebih oleh masyarakat yang kehilangan pekerjaan. “Minat masyarakat terutama yang memiliki modal besar dalam bertani lebih melirik tanaman tahunan dan bisa diwariskan yang hasil produksi berpotensi ekspor, seperti porang, alpukat dan sebagainya untuk tujuan ekspor,” sebutnya.
Sementara untuk pertanian lainnya yang untuk kebutuhan sehari-hari juga masih menggeliat seperti sayur. Namun saat ini dikatakannya petani lebih memproduksi tanaman yang hasilnya bisa masuk ke pasar domestik. “Untuk membangkitkan sektor pertanian di era modern ini perlu dikembangkan yang namanya berbasis teknologi dan digitalisasi. Masyarakat harus cakap teknologi dan digital, sehingga mampu mengembangkan usahanya dengan lebih maksimal dalam pemasaran dan pengolahan,” pungkasnya. Dar.

Ket foto : Selain industri kreatif, sektor pertanian juga berpotensi geliatkan ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka Begal Payudara

Sel Mar 15 , 2022
  DENPASAR -fajarbali.com |Penyidik Polsek Denpasar selatan berencana memeriksa kejiwaan tersangka I Kadek Wira Suarnata (21) pelaku begal payudara. Pemeriksaan psikologis ini dalam rangka mendalami keteranganya yang mengaku puas setelah mengerayangi 17 korbannya.