Begini Kronologis Dua Pekerja Tewas Tertimbun Longsor Sandaran Tebing Proyek Penataan Lahan di Desa Ungasan

IMG_20260123_204855
TIM EVAKUASI-Tim Basarnas evakuasi dua pekerja tewas tertimbun sandaran tebing Proyek Penataan Lahan di Jalan Alas Arum di Br. Mekar Sari Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Jumat 23 Januari 2026.
UNGASAN -fajarbali.com |Dua pekerja proyek yakni Shohibul Hasan (24) asal Probolinggo, dan Farhan Yudistian (14) asal Jember, Jawa Timur, tewas setelah tertimbun longsor di sandaran Tebing Proyek Penataan Lahan di Jalan Alas Arum (Utara Jembatan Bali Cliff), Br. Mekar Sari Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Jumat 23 Januari 2026 sekitar pukul 10.30 Wita. 
 
Sementara dalam kejadian tersebut, dua buruh lainnya yang selamat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Keduanya yakni, Mohamad Waki (19) asal Probolinggo, Jawa Timur, dan Joko Sambang (38) asal Lumajang, Jawa Timur. 
 
Sumber di lapangan menyebutkan, sebelum longsor terjadi, terlihat beberapa orang pekerja sedang membuat pondasi cakar ayam di bagian utara proyek pembangunan jalan di area tebing. Namun, saat mereka sedang bekerja tiba-tiba terjadi longsor. 
 
"Tiba-tiba terdengar suara reruntuhan (longsor) dari sandaran tebing. Para pekerja lainnya segera berlari mendekati lokasi kejadian, dan melihat ternyata sandaran penahan jalan telah roboh dan menimpa beberapa pekerja," ungkap sumber. 
 
Menyadari hal itu, para pekerja langsung memberikan bantuan, mengevakuasi para buruh yang tertimbun tanah longsor. Mereka membantu Joko Sambang (38) yang tertimbun pada bagian kaki hingga pinggang. 
 
Selain itu, korban Farhan Yudistian juga dievakuasi karena tertimpa batu dan mengalami luka memar pada bagian wajah, dada, serta mengeluarkan darah dari telinga. 
 
"Korban Farhan segera dilarikan ke Rumah Sakit Bali Jimbaran untuk mendapatkan perawatan medis. Tapi saat dalam penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia," terang sumber lagi.
 
Sementara saksi Heru Irfan Syah (42) asal Jember, selaku Operator Alat Berat membenarkan, bahwa saat bekerja sekitar pukul 11.00 Wita, ia mendengar ada suara reruntuhan besar. Heru lantas mengecek dan melihat ada seseorang yang sedang melambaikan tangan butuh pertolongan. Saksi langsung mengoperasikan alat beratnya menuju ke lokasi longsor. 
 
"Saksi Heru membawa eksavator mendekat untuk memberikan pertolongan. Sesampainya dilokasi, saksi melihat ada seorang laki-laki dengan kondisi tertimbun setengah badan pada bagian kaki sambil teriak minta tolong," beber sumber. 
 
Tak lama berselang, beberapa orang datang dari lokasi proyek lain dan langsung membantu menolong untuk mengeluarkan korban dari timbunan reruntuhan. Seperti halnya, korban Shohibul Hasan (24) langsung dikeluarkan dari lokasi tertimbun, dan dibawa ke rumah sakit. 
 
Keterangan saksi lainnya, yakni Nyoman Lanus (38) asal Br. Minyak Desa Tianyar Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem mengatakan, saat itu ia sedang bekerja membuat pondasi cakar ayam di utara proyek bikin jalan di tebing. 
 
Pada saat bekerja, ia mendengar reruntuhan sandaran tebing dari arah di atas sungai kering. Melihat itu, saksi bersama pekerja lainnya mendekati lokasi reruntuhan untuk memberikan pertolongan. 
 
"Kami melihat sandaran penahan jalan telah roboh dan menimpa beberapa pekerja. Saya bersama temen2 pekerja lain berhasil menolong beberapa pekerja yang sempat tertimbun oleh reruntuhan, saya berhasil menyelamatkan saudara Farhan dan saudara Joko," ujar saksi. 
 
Dikatakanya, rekannya Joko Sambang tertimbun di bagian kaki sampai pinggang, sedangkan Farhan Yudistian tertimbun dan tertimpa batu. Korban mengalami memar - memar di bagian muka, keluar darah dari telinga, memar di bagian dada. Nahas, korban Farhan meninggal setelah dilakukan penanganan medis. 
 
"Korban yang tertimbun reruntuhan bangunan, ada ususnya sudah terurai keluar dan tulang leher patah," beber sumber. 
 
Sebelumnya, dalam keterangan persnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan, pihak Basarnas melaksanakan evakuasi di back up dari TNI Polri dengan potensi-potensi terkait lainnya. Sebanyak 10 personel Basarnas segera diberangkatkan menuju lokasi menggunakan Rapid Deployment Land SAR Unit dan Rescue Car Type 1 dan dilengkapi peralatan ekstrikasi. 
 
Proses evakuasi terhadap para korban tertimbun longsor sangat hati-hati lantaran kondisi di sekitaran longsoran masih labil, dan terlihat beberapa retakan. Petugas melakukan pengerukan perlahan-lahan dan bertahap, karena dikhawatirkan timbul getaran yang memungkinkan terjadi longsor susulan. 
 
Dalam pengerukan itu sekitar pukul 14.40 Wita korban Farhan terlihat dengan kondisi meninggal dunia. Kemudian, jenasah Shohibul Hasan (25) terevakuasi pada pukul 15.00 Wita. Selanjutnya, jenasah kedua korban segera dibawa ke RSUD Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar menggunakan ambulans. 
 
"Dapat kami informasikan 1 orang dapat ditemukan dalam kondisi selamat dan 2 orang dalam kondisi meninggal dunia," tegas Sidakarya. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top