Bandara Geger, Anggota Dewan Yogyakarta Meninggal di Gate 1 Terminal Domestik

Kunjungan Kerja di Bali, Namun Pulang Duluan Karena Urusan Keluarga


Warning: strlen() expects parameter 1 to be string, array given in /home/fajarbal/public_html/wp-includes/functions.php on line 262
(Last Updated On: )

DEWAN MENINGGAL-Polres Kawasan Bandara melakukan penyelidikan terkait kematian anggota DPRD Yogyakarta, Suparja. 

 

KUTA -fajarbali.com |Seorang anggota DPRD Yogyakarta bernama Suparja (57) ditemukan meninggal dunia di ruang tunggu Gate 1 Terminal Domestik Keberangkatan Bandara Ngurah Rai, Kuta, pada Selasa 4 April 2023 sekitar pukul 10.35 Wita. Kematian korban asal Gunung Kidul, Yogjakarta itu diduga akibat serangan jantung. 
 
Kasat Reskrim Polres Kawasan Bandara Iptu Rionson Ritonga. SH, MH, membenarkan bahwa Suparja merupakan anggota DPRD Yogyakarta yang melaksanakan kunjungan kerja di Bali. 
 
Menurutnya, berdasarkan dari rekaman CCTV dan keterangan para saksi, Suparja terlihat berada di Bandara sekitar pukul 09.59 wita dan melakukan scan bercode Boarding pass di area pintu masuk (flght Berrier). Selanjutnya, sekitar pukul 10.10 Wita, ia menuju ruang tunggu Gate 1 Terminal Keberangkatan Domestik dan langsung duduk.
 
“Beberapa saat kemudian Pesawat Citilink GQ 681 proses boarding dan pihak Citilink baru mengetahui ada 1 orang calon penumpang yang belum melaksanakan proses scan Boarding pass,” ungkapnya. 
 
Lalu, pihak Citilink bernama Komang Ayu Sindria mencari di sekitar area ruang tunggu. Nah, disana ditemukan ada salah seorang penumpang duduk terdiam sambil memegang boarding pass pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 681. 
 
Melihat itu, sekitar pukul 10.15 Wita, pihak Citilink melaporkan kejadian ke pihak Spv Citilink bernama Kadek Mega dan sejurus kemudian melaporkanya ke pihak Avsec. 
 
“Para saksi sambil membawa calon penumpang yang tak sadarkan diri tersebut dengan menggunakan kursi roda menuju Kantor KKP Kelas 1 di area kedatangan Domestik,” terang Iptu Rionson. 
 
Sementara dari keterangan dr. Novita Sari dan team kesehatan KKP mengakui saat memeriksa Suparja masih ada nafas, namun sudah tidak dalam batas stabil. Setelah memeriksa tas yang dibawa ditemukan ada beberapa obat yang ada kaitannya dengan penyakit jantung. 
 
Selang berapa menit kemudian atau sekira pukul 10.35 wita, Suparja menghembuskan nafas terakhir dengan diagnosa penyakit jantung. 
 
Iptu Rionson menjelaskan dari keterangan rekan korban sesama anggota Dewan Yogyakarta yakni Adriana Wulandari menyebutkan bahwa korban seharusnya pulang besok sesuai jadwal awal. Namun ternyata korban pulang sendiri hari ini karena ada urusan keluarga. Rekan korban lainnya yang masih di Bali sudah menerima informasi bahwa korban sudah meninggal di Bandara I Gusti Ngurah Rai. 
 
Setelah melalui proses pemeriksaan, jenazah Suparja dibawa ke RSUP I.G.N.G Ngoerah Sanglah, Denpasar. “Informasi dari pihak keluarga, jenazah korban tidak diijinkan untuk di otopsi,” ungkap Iptu Rionson. R-005 

Next Post

Enam Kali Masuk Penjara, Tak Pernah Kapok jadi Maling

Sel Apr 4 , 2023
Semuanya Kasus Pencurian Ponsel di Kamar Kos
IMG_20230404_185738

Berita Lainnya