Astra Motor Bali Gaungkan #Cari_Aman Berkendara di SMK Negeri 2 Tabanan

(Last Updated On: 19/11/2023)

Puluhan siswa SMK Negeri 2 Tabanan antusias mengikuti sosialisasi #Cari_Aman berkendara yang digelar Astra Motor Bali. (Foto: ist)

 

TABANAN-fajarbali.com | Astra Motor Bali (AMB) tak henti-hentinya melakukan sosialisasi safety riding kepada para pelajar di Pulau Dewata. Hal tersebut gencar dilakukan sebagai bentuk komitmen AMB untuk memberikan informasi betapa pentingnya menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan saat berkendara khususnya dalam menggunakan kendaraan sepeda motor.

Sosialisasi safety riding yang dilakukan AMB kali ini menyasar pelajar di SMK Negeri 2 Tabanan dengan melibatkan 75 orang siswa, dimana seluruh peserta mendapatkan edukasi keselamatan berkendara di jalan raya. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu (18/11/2023) yang dipusatkan di aula sekolah setempat dengan didampingi para guru.

Seluruh peserta nampak antusias mengikuti kegiatan safety riding yang dikemas dengan atraktif oleh instruktur safety riding Yosepth Klaudius. Kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga sesi yakni sesi teori, sesi demo, dan sesi tanya jawab. Selain itu, materi yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut seperti mengenal bentuk bahaya dan potensi risiko dalam riding, pengendara mampu berhati-hati ketika berada di jalan baik itu dari cara berkendara maupun bersikap.

Siswa SMK Negeri 2 Tabanan mendapatkan pemahaman terkait safety riding dari Astra Motor Bali. (Foto: ist)

 

Dalam pemaparannya, Yosepth Klaudius menyebutkan bahwa ada tiga faktor utama penyebab timbulnya potensi bahaya saat berkendara di jalan. Pertama, faktor diri sendiri. Hal tersebut terjadi saat pengendara mengantuk, kurang konsentrasi dan kurang keterampilan dalam berkendara. “Pada saat mengendarai sepeda motor, pastikan tubuh dalam keadaan sehat, fit dan bisa berkonsentrasi penuh pada saat berkendara. Kelelahan yang menyebabkan kantuk, emosi yang tidak terjaga, dan juga tidak patuh rambu lalu lintas di jalan raya juga merupakan salah satu faktor kelalaian diri sendiri,” jelasnya.

“Kedua, potensi bahaya dari kendaraan. Kendaraan yang digunakan, bisa jadi pemicu kecelakaan. Hal ini sering terjadi karena kurangnya kesadaran pengendara untuk secara rutin melakukan perawatan kendaraan pada bagian-bagian yang krusial untuk keselamatan, misalnya sistem pengereman atau kendaraan yang dimodifikasi tidak sesuai dengan peraturan berkendara sehingga sangat bahaya bagi pengendara motor. Ketiga, faktor lingkungan seperti kondisi jalan yang tidak diketahui, kondisi cuaca seperti kabut yang sering turun di daerah pegunungan, ataupun kondisi hujan yang menjadikan jalanan lebih licin. Faktor ini susah diprediksi,” ungkap Yosepth Klaudius.

PIC Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi mengatakan, meningkatkan kemampuan prediksi bahaya dan juga menguatkan teknik berkendara penting bagi figur keselamatan apalagi siswa-siswa yang jiwa mudanya masih bergejolak.

“Kesadaran kolektif pada generasi muda terutama Gen Z harus terus dikembangkan sehingga mampu menjadi figur lebih aktif, kreatif, dan efektif dalam membangun budaya berkendara aman dan nyaman yang juga sejalan dengan program ‘Sinergi Bagi Negeri’. Kami ingin Gen Z bisa menjadi bagian aktif dari upaya konstruktif mengedukasi keselamatan berkendara di Tanah Air. Tentu dengan bekal kompetensi dan keterampilan yang teruji,” pungkas Iswahyudi. (rl/M-001)

 Save as PDF

Next Post

Semarak Puncak FTBI 2023 di Bali, Ratusan Juara SD-SMP Diberi Penghargaan

Ming Nov 19 , 2023
Dibaca: 414 (Last Updated On: 19/11/2023) FOTO : PUNCAK-Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali Valentina Lovina Tanate, menyerahkan piagam penghargaan untuk para juara berbagai kategori FTBI 2023.   DENPASAR – fajarbali.com | Puncak Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2023 di Provinsi Bali berlangsung meriah. Sebanyak 168 peserta didik SD dan SMP […]
Valentina Tanate

Berita Lainnya