Alami Kelainan, Widiarsana Harapkan Perhatian Gubernur

SINGARAJA-fajarbali.com | Sejak usia balita Putu Aril Sastradi (6) warga masyarakat Dusun Kelodan, Desa Rengdikit, Kecamatan Seririt hingga kini mengalami kelainan di mana anak milik Kadek Widiarsana (27) hingga kini tidak mampu untuk berjalan lantaran mengalami cacat mental yang dideritanya sejak lahir dirasa belum pernah mendapatkan peratian pemerintah.


Mengandalkan upah sebagai buruh bangunan, Widiarsana berusaha menafkahi dua orang anak tanpa seorang istri lantaran ditinggal pergi sejak anak-anaknya berusia balita, salah satunya Aril anak pertamanya itu yang mengalami cacat mental yang kini hanya mendapatkan pengawasan Nyoma Kuti (54) yang merupakan ibu Widiarsana.

Aril yang kesehariannya hanya bisa terdiam lantaran tidak mampu berjalan serta tanpa menggunakan pakaian lantaran yang bersangkutan sejak kecil tidak mau berpakaian kini harus mendapatkan pengawasan dari neneknya lantaran ditinggal kerja sang ayah. Menurut Widiarsana, sejak lahir hingga kini Aril yang mengalami cacat mental belum pernah mendapatkan peratian pemerintah.

“Terus terang anak kami yang mengalami cacat mental sejak kecil hanya mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIS) saja selebihnya anak kami tidak pernah mendapatkan apa lagi baik dari pemerintah daerah atau pemerintah provinsi,” tuturnya saat dikonfirmasi, Senin (7/6/2021) kemarin.

Baca Juga :
Stabilkan Pertumbuhan Ekonomi, Pemkab Bangli Teken MoU Dengan Pemkab Banyuwangi
Ranperda Perumda PDAM dan Pencabutan Perda IMB Siap Digeber

Bahkan dirinya menjelaskan kalau pendataan yang dilakukan sudah sangat sering dilakukan oleh pemerintah desa namun sayang hingga kini anak pertamanya itu belum pernah tersentuh bantuan sebagai anak cacat mental lainnya selalin KIS yang didapat dari pemerintah pusat.

“Kalau pendataan dari pihak desa sudah sering namun kalau anak kami ini tidak pernah mendapatkan peratian pemerintah selain KIS. Anak kami tidak seperti anak cacat mental yang lainnya selalu mendapatkan bantuan pemerintah. Bukannya kami tidak mampu untuk menghidupi anak kami namun harapan kami ada sedikitnya peratian pemerintah,” harapnya.

Dengan adanya hal itu, Widiarsana mengharapkan Gubernur Bali Wayan Koster agar bisa memberikan peratian kepada anaknya itu. “Kami sangat mengharapkan adanya perhatian Gubernur Bali terhadap anak saya yang mengalami cacat mental atau mengalami disabilitas sejak lahir. Jangan memberikan perhatian kepada keluarga kami yang lainnya meskipun kami tidak mampu namun kalau bisa cukup untuk anak kami yang mengalami disabilitas saja,” imbuhnya.

Pria yang kini hidup menyendiri tanpa seorang istri lantaran ditinggal pergi sejak anak-anaknya usia balita mengaku pasrah dengan nasib yang dideritanya itu. “Kalau istri saya sudah meninggalkan kami sejak anak-anak kami kecil. Saya mengurus kedua anak kami bersama ibu kami Nyoman Kuti. Saya bekerja sebagai buruh bangunan sedangkan anak kami dijaga ibu kami dirumah. Meskipun saya hidup tanpa seorang istri, namun kami tetap berusaha bisa menghidupi keluarga kami dengan pas-pasan. Yang menjadi harapan berikan kami perhatian seperti warga miskin yang lainnya,” tutupnya dengan tatapan penuh harapan. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Suradnyana Minta Pemuda Buleleng Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Sel Jun 8 , 2021
SINGARAJA-fajarbali.com | Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana meminta kepada seluruh anak muda di daerahnya untuk menjadi pelopor dan penggerak ekonomi lokal. Guna membangkitkan kembali gairah perekonomian di Kabupaten Buleleng.
BPD BALI